sebuah catatan ringan sebagai kenangan untuk Alm. Pak Syahid
Rabu 27 Februari 2013, sekitar pukul setengah sebelas dapat kabar dari teman yang menginformasikan bahwa Pak Syahid*, dosen saya yang mengajar matakuliah sosiologi dan kewarganegaraan di semester satu, wafat. Akhirnya setelah mencari informasi dari dosen, saya mengetahui alamat dan waktu pemakamannya, jam 4 sore akan dikebumikan, sekitar jam 3 sore saya berangkat dari rumah, tempat tinggalnya yang tidak terlalu jauh dari rumah saya, Pundong Tlogoadi Mlati Sleman, cukup mudah ditemukan. Mudah karena saat kebingungan cari alamat ketemu rekan yang sudah tahu rumah beliau.
Pak Syahid meninggal pada pukul 06.50 tanggal 27 Februari 2013 WIB di Rumah sakit (kalo tidak salah dengar sih panti rapih), meninggalkan seorang istri, 2 putra, dan 1 cucu.
Pertemuan kami terakhir terjadi di Rumah Sakit Panti Rapih, ruang Elizabeth lantai 3, sekitar 18 bulan yang lalu, saat itu saya masih "anak ingusan" di kampus, masih semester satu, setelah setengah semester perkuliahan, seusai ujian MID beliau sama sekali tidak mengajar hingga UAS karena sakit dan mondok di panti rapih, beliau terlihat lemah saat saya datang, namun masih bisa bercanda dengan sapaan "weh cah ndenggung...primadona ne mercubuana iki" saat memperkenalkan saya pada istri beliau dan salah satu putranya. Sedikit perbincangan kami, karena saya tahu beliau menahan rasa sakit saat itu, akhirnya saya pulang tanpa tahu apa sakit beliau.
Kejelasan mengenai kondisinya baru saya tahu saat akan UAS, waktu itu saya tanya pada karyawan kampus mengenai kesehatan beliau, waktu itu saya diberi tahu penyakitnya adalah "Gula".
DIABETES MELITUS
Gula, atau dikenal dalam istilah medis sebagai diabetes, diabetes adalah ; suatu penyakit dimana tubuh tidak dapat menghasilkan insulin (hormon pengatur gula darah) atau insulin yang dihasilkan tidak mencukupi atau insulin tidak bekerja dengan baik. Oleh karena itu akan menyebabkan gula darah meningkat.
Diabetes ada dua tipe utama :
1. Diabetes Tipe 1 : Suatu keadaan dimana tubuh sudah sama sekali tidak dapat memproduksi hormon insulin. Sehingga penderita harus menggunakan suntikan insulin dalam mengatur gula darahnya.
2. Diabetes Tipe 2 : Terjadi karena tubuh tidak memproduksi hormon insulin yang mencukupi atau karena insulin tidak dapat digunakan dengan baik (resistensi insulin).
Penyakit diabetes memiliki hubungan dengan sistem hormonal, salah satunya dengan kelenjar adrenal.
Adrenal adalah kelenjar endokrin berbentuk segitiga yang terletak di atas ginjal. Kelenjar ini bertanggung jawab pada pengaturan respon stress pada sintesis kortikosteroid dan katekolamin, termasuk kortisol dan hormon adrenalin 80 % dari kelenjar ini berupa korteks adrenal yang terdiri dari tiga zona, yaitu :
1. Zona Glomerulosa, Zona ini secara eksklusif memproduksi mineralokortikoid, terutama aldosteron. Efek aldosteron adalah meningkatkan jumlah natrium dan menurunkan jumlah kalium dalam cairan ekstraseluler, selama proses pembentukan urine.
Efek berlebihnya kadar aldosteron: Menyebabkan hipokalemia, yaitu keadaan menurunnya konsentrasi kalium dalam plasma darah sampai di bawah nilai normal, Penderita mengalami kelemahan otot yang berat.
Efek rendahnya kadar aldosteron: Konsentrasi ion kalium dalam cairan ekstraseluler meningkat sampai jauh di atas nilai normal, Peningkatan 60 – 100% dari nilai normal menyebabkan keracunan jantung. Peningkatan di atas itu, menyebabkan gagal jantung.
2. Zona Fasikulata, Zona ini mensintesis glukokortikoid, terutama kortisol. Peran kortisol adalah mengontrol metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak ,membantu menolak efek destruktif dari stres mental dan fisik. Kortisol yang berlebih menyebabkan timbulnya sindrom Cushin yang ditandai oleh :
a. Meningkatkan kadar glukosa darah (hiperglikemia). menurunnya protein, dan meningkatnya timbunan lemak.
b. Glukosa tercampur dalam urine (glukosuria), mirip dengan DM sehingga disebut ‘Diabetes Adrenal’.
c. Sebagian glukosa diendapkan sebagai lemak tubuh di atas bahu dan wajah, sehingga disebut ‘punuk kerbau’ (buffalo hump) dan ‘muka bulan’ (moon face).
3. Zona Retikularis, Zona ini menghasilkan hormon seks adrenal (androgen dan estrogen) yang identik dengan yang dihasilkan gonad. Namun androgen dan estrogen adrenal ini tidak cukup kuat untuk menimbulkan efek maskulinitas dan feminitas.
maka
dapat dipahami dari penjelasan di atas bahwa diabetes adrenal adalah penyakit
diabetes yang dipengaruhi oleh kegagalan fungsi kelenjar adrenal terutama dalam
zona fasikulata dalam tubuh yang menyebabkan sindrome cushin, sindrome inilah
yang menjadi awal diabetes adrenal yang dapat menyebabkan gangguan sintesis
insulin yang dihasilkan dari kelenjar Pankreas bagian endokrin. Contoh dalam
kasus ini adalah diabetes melitus.
Sindrome Cushin
Adalah sindrom yang disebabkan berbagai hal seperti obesitas, impaired glucose tolerance, hipertensi, diabetes mellitus dan disfungsi gonadal yang berakibat pada berlebihnya rasio serum hormon kortisol.
Penyakit ini timbul ketika kelenjar adrenal pada tubuh terlalu banyak memproduksi hormon kortisol, yang dikenal sebagai simtoma hiperkortisolisme. Apabila tidak mendapat penanganan atau terlambat, akan menghasilkan hiperglikemia ( suatu kondisi dimana glukosa yang beredar dalam darah terlalu tinggi ) dan dapat menjadi Diabetes adrenal yang berujung pada Diabetes Melitus (DM).
Dinamika Biologi Diabetes Melitus
(DM)
Diabetes melitus sangat erat kaitannya dengan
mekanisme pengaturan gula normal. Pada kondisi normal, kadar gula tubuh akan
selalu terkendali, berkisar 70-110 mg/dL, oleh pengaruh kerja hormon insulin yang
diproduksi oleh kalenjar pankreas.
Setiap sehabis makan, terjadi penyerapan makanan
seperti tepung-tepungan (karbohidrat) di usus dan akan kadar gula darah
meningkat. Peningkatan kadar gula darah ini akan memicu produksi hormon insulin oleh kalenjar pankreas. Berkat pengaruh hormon insulin ini, gula dalam darah
sebagian besar akan masuk ke dalam berbagai macam sel tubuh (terbanyak sel
otot) dan akan digunakan sebagai bahan energi dalam sel tersebut. Sel otot kemudian menggunakan gula untuk beberapa
keperluan yakni sebagai energi, sebagian disimpan sebagai glikogen dan jika
masih ada sisa, sisa sebagian tersebut diubah menjadi lemak dan protein.
Apabila terjadi hiperglikemia, maka pankreas akan
bekerja semakin berat untuk memproduksi insulin untuk mengkontrol gula darah,
sehingga pada suatu tahap tertentu, maka proses tersebut akan gagal, insulin
yang dihasilkan akan kurang untuk mengkontrol glukosa dalam darah, atau bahkan
produksi insulin akan benar-benar berhenti tidak dapat memproses lagi.
Dinamika
Psikologis Penderita Diabetes Melitus
Selain kadar gula darah yang tinggi, penderita DM
memiliki ciri-ciri mudah lelah dan lemas, cepat haus dan lapar, berat badan
tidak stabil. Bagi penderita yang tidak memiliki efikasi dan percaya diri yang
tinggi, akan mudah mengalami gangguan mood hingga depresi yang cukup berat,
padahal penderita DM akibat sindrome cushin, kortisol yang dihasilkan telah
gagal dalam mendestruktif stress, padahal stres dan depresi memiliki peran
dalam meningkatkan glukosa dalam darah. Kondisi yang semakin memburuk justru
membuat gangguan lanjutan hingga jantung, kebutaan, stroke hingga kematian,
sehingga penderita DM dapat menggunakan strategi coping sebelum kasusnya
semakin parah.
Hingga saat ini belum ditemukan obat bagi penderita
diabetes, namun melalui pola hidup sehat, diet yang tepat serta olahraga, gula
darah dapat dikontrol.
Sumber
Msi., Psi., Sriningsih, Dra. Psikologi
Faal. Yogyakarta. Universitas Mercubuana Yogyakarta
Pinel. P.J.John. 2009. BIOPSIKOLOGI.
Yogyakarta. Pustaka Pelajar.
http://terapidiabetesmelitus.com/info/ciri-ciri-diabetes-melitus-dan-resiko-komplikasinya diakses 27 Desember 2012 pukul 12.00 WIB
http://www.klinikdiabetesnusantara.com/pages/tentang-diabetes/apa-itu-diabetes.php diakses 27 Desember 2012 pukul 12.00 WIB
http://www.news-medical.net/health/What-is-Hyperglycemia-(Indonesian).aspx diakses 27 Desember 2012 pukul 12.00 WIB
http://id.wikipedia.org/wiki/Sindrom_Cushing diakses
27 Desember 2012 pukul 12.00 WIB
*tulisan ini diangkat ke dunia maya sebagai kenangan bagi dosen saya Bapak. Drs. H. Muhammad Syahid, M.Sc. yang meninggal pada hari ini 27 Februari 2013 pukul 06.50. pada usia 65 tahun. saya kurang tau apa penyebab meninggalnya beliau, hanya saja ketika beliau sakit dulu,penyakit inilah yang menjadi informasi sampai ke telinga saya. Semoga diampuni segala dosanya dan diterima segala amal ibadahnya.