Assalamualaikum Wr Wb
Apakabar ente-ente semua? nih We beri lagi materi kuliah Bu Kondang
semoga manfaat ye.. kalo ente-ente punya yang lain lagi, kasihlah kita info, otre!! biar sama-sama mutualisme gitu... ngerti kan?? sadapppp...
(masih tanpa password,we belum tau caranya kasi password)
Waalaikumsalam Wr Wb
sejarah psikologi klinis
pengertian psikologi klinis
pendekatan dalam psikologi klinis
Kamis, 28 Maret 2013
Senin, 25 Maret 2013
materi kuliah METOPEN kualitatif
assalamualaikum warohmatullohi wabarokatu
Hi alayers, nich we share materi kuliah MK kualitatif dosen Bu Sriningsih, mudah-mudahan banyak manfaatnya ye...
wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatu
pengantar metopen kualitatif
http://www.mediafire.com/view/?5qinh3r10jglpu1
pertemuan kedua
http://www.mediafire.com/view/?n4vb9o4lxire6k1
pertemuan ketiga
http://www.mediafire.com/view/?xtn382ty0wdbejk
materi keempat
http://www.mediafire.com/view/?posemlclipbg8s8
materi kelima
http://www.mediafire.com/view/?ot3v9oz8l72pgsy
materi keenam
http://www.mediafire.com/view/?crksoq5z7oh3p4h
Hi alayers, nich we share materi kuliah MK kualitatif dosen Bu Sriningsih, mudah-mudahan banyak manfaatnya ye...
wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatu
pengantar metopen kualitatif
http://www.mediafire.com/view/?5qinh3r10jglpu1
pertemuan kedua
http://www.mediafire.com/view/?n4vb9o4lxire6k1
pertemuan ketiga
http://www.mediafire.com/view/?xtn382ty0wdbejk
materi keempat
http://www.mediafire.com/view/?posemlclipbg8s8
materi kelima
http://www.mediafire.com/view/?ot3v9oz8l72pgsy
materi keenam
http://www.mediafire.com/view/?crksoq5z7oh3p4h
Minggu, 17 Maret 2013
METOPEN Kualitatif atau Kuantitatif??ato keduanya?
Mau Ambil Apa ya???
Sebenarnya apasih metopen kualitatif itu? ato apa sih metopen kuantitatif itu?? Buat apa sih dua matakuliah itu? penting mana?
Metopen kualitatif merupakan mata kuliah yang mengajarkan mahasiswa mengenai metode penelitian dimana pemahaman suatu penelitian merupakan hasil pengamatan secara langsung terhadap objek penelitian di situasi alami yang tidak di kontrol, dengan kata lain, proses penelitian merupakan faktor paling penting daripada hasil penelitian. Singkatnya adalah kita mengamati subjek penelitian secara mendetail dan mendalam tanpa memberikan campur tangan apapun, oleh karena itu metodenya adalah wawancara dan observasi secara langsung supaya mendapatkan paparan mendalam tentang suatu penelitian. oya, metode kualitatif itu tidak ada hipotesis yang dibangun lho ya, dan hasilnya berupa kata-kata, bukan angka karena tidak mengalami proses statistik.
Sementara Metopen Kuantitatif merupakan penelitian yang kebanyakan menggunakan kuosioner yang disebar luas, tidak ada interaksi langsung antara peneliti dan subjek penelitian, oleh karena itu dalam penelitian kuantitatif, dibangun dalam batasan teori dan hipotesis, sementara hasilnya berupa angka. Penelitian ini hanya mencari hubungan dari sample-sample yang diteliti. untuk penjelasan mendalamnya nyusul ya...
Nah, tadi waktu kuliah metopen kualitatif, dijelaskan mengenai kedua matakuliah ini, hal ini berkaitan dengan target untuk menyelesaikan kuliah 7-8 semester maka diusahakan untuk mengambil keduanya (kuali dan kuanti), hal ini berkaitan dengan kuliah Teknik Penyusunan Skripsi kualitatif/kuantitatif (bisa jadi Proposal).
jadi buat rekan yang niat kuliah 7-8 semester, ambil aja keduanya, trus observasi dan wawancara juga diambil gak papa, yang diganti psi kognitif dan prakt psikodiagnostika.. (keduanya bukan mata kuliah prasyarat), terus yang terlanjur udah KRS an gimana?? ya perubahan aja... bawa KRS kamu (kertas karbon warna pink) ke DPA masing2, tulis mata kuliah yang mau di ambil dan coret yang diganti dan di tandatangani DPA, udah deh tinggal kasih ke Pak Kadi / Pak Marsam / Pak.... (lupa namanya).
Selesai....
oya, untuk kuliah metopen ini, siap-siap dengan tugas harian ya.. :D
Rabu, 27 Februari 2013
Diabetes Melitus Dalam Dimensi Biopsikologi
sebuah catatan ringan sebagai kenangan untuk Alm. Pak Syahid
Rabu 27 Februari 2013, sekitar pukul setengah sebelas dapat kabar dari teman yang menginformasikan bahwa Pak Syahid*, dosen saya yang mengajar matakuliah sosiologi dan kewarganegaraan di semester satu, wafat. Akhirnya setelah mencari informasi dari dosen, saya mengetahui alamat dan waktu pemakamannya, jam 4 sore akan dikebumikan, sekitar jam 3 sore saya berangkat dari rumah, tempat tinggalnya yang tidak terlalu jauh dari rumah saya, Pundong Tlogoadi Mlati Sleman, cukup mudah ditemukan. Mudah karena saat kebingungan cari alamat ketemu rekan yang sudah tahu rumah beliau.
Pak Syahid meninggal pada pukul 06.50 tanggal 27 Februari 2013 WIB di Rumah sakit (kalo tidak salah dengar sih panti rapih), meninggalkan seorang istri, 2 putra, dan 1 cucu.
Pertemuan kami terakhir terjadi di Rumah Sakit Panti Rapih, ruang Elizabeth lantai 3, sekitar 18 bulan yang lalu, saat itu saya masih "anak ingusan" di kampus, masih semester satu, setelah setengah semester perkuliahan, seusai ujian MID beliau sama sekali tidak mengajar hingga UAS karena sakit dan mondok di panti rapih, beliau terlihat lemah saat saya datang, namun masih bisa bercanda dengan sapaan "weh cah ndenggung...primadona ne mercubuana iki" saat memperkenalkan saya pada istri beliau dan salah satu putranya. Sedikit perbincangan kami, karena saya tahu beliau menahan rasa sakit saat itu, akhirnya saya pulang tanpa tahu apa sakit beliau.
Kejelasan mengenai kondisinya baru saya tahu saat akan UAS, waktu itu saya tanya pada karyawan kampus mengenai kesehatan beliau, waktu itu saya diberi tahu penyakitnya adalah "Gula".
DIABETES MELITUS
Gula, atau dikenal dalam istilah medis sebagai diabetes, diabetes adalah ; suatu penyakit dimana tubuh tidak dapat menghasilkan insulin (hormon pengatur gula darah) atau insulin yang dihasilkan tidak mencukupi atau insulin tidak bekerja dengan baik. Oleh karena itu akan menyebabkan gula darah meningkat.
Diabetes ada dua tipe utama :
1. Diabetes Tipe 1 : Suatu keadaan dimana tubuh sudah sama sekali tidak dapat memproduksi hormon insulin. Sehingga penderita harus menggunakan suntikan insulin dalam mengatur gula darahnya.
2. Diabetes Tipe 2 : Terjadi karena tubuh tidak memproduksi hormon insulin yang mencukupi atau karena insulin tidak dapat digunakan dengan baik (resistensi insulin).
Penyakit diabetes memiliki hubungan dengan sistem hormonal, salah satunya dengan kelenjar adrenal.
Adrenal adalah kelenjar endokrin berbentuk segitiga yang terletak di atas ginjal. Kelenjar ini bertanggung jawab pada pengaturan respon stress pada sintesis kortikosteroid dan katekolamin, termasuk kortisol dan hormon adrenalin 80 % dari kelenjar ini berupa korteks adrenal yang terdiri dari tiga zona, yaitu :
1. Zona Glomerulosa, Zona ini secara eksklusif memproduksi mineralokortikoid, terutama aldosteron. Efek aldosteron adalah meningkatkan jumlah natrium dan menurunkan jumlah kalium dalam cairan ekstraseluler, selama proses pembentukan urine.
Efek berlebihnya kadar aldosteron: Menyebabkan hipokalemia, yaitu keadaan menurunnya konsentrasi kalium dalam plasma darah sampai di bawah nilai normal, Penderita mengalami kelemahan otot yang berat.
Efek rendahnya kadar aldosteron: Konsentrasi ion kalium dalam cairan ekstraseluler meningkat sampai jauh di atas nilai normal, Peningkatan 60 – 100% dari nilai normal menyebabkan keracunan jantung. Peningkatan di atas itu, menyebabkan gagal jantung.
2. Zona Fasikulata, Zona ini mensintesis glukokortikoid, terutama kortisol. Peran kortisol adalah mengontrol metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak ,membantu menolak efek destruktif dari stres mental dan fisik. Kortisol yang berlebih menyebabkan timbulnya sindrom Cushin yang ditandai oleh :
a. Meningkatkan kadar glukosa darah (hiperglikemia). menurunnya protein, dan meningkatnya timbunan lemak.
b. Glukosa tercampur dalam urine (glukosuria), mirip dengan DM sehingga disebut ‘Diabetes Adrenal’.
c. Sebagian glukosa diendapkan sebagai lemak tubuh di atas bahu dan wajah, sehingga disebut ‘punuk kerbau’ (buffalo hump) dan ‘muka bulan’ (moon face).
3. Zona Retikularis, Zona ini menghasilkan hormon seks adrenal (androgen dan estrogen) yang identik dengan yang dihasilkan gonad. Namun androgen dan estrogen adrenal ini tidak cukup kuat untuk menimbulkan efek maskulinitas dan feminitas.
maka
dapat dipahami dari penjelasan di atas bahwa diabetes adrenal adalah penyakit
diabetes yang dipengaruhi oleh kegagalan fungsi kelenjar adrenal terutama dalam
zona fasikulata dalam tubuh yang menyebabkan sindrome cushin, sindrome inilah
yang menjadi awal diabetes adrenal yang dapat menyebabkan gangguan sintesis
insulin yang dihasilkan dari kelenjar Pankreas bagian endokrin. Contoh dalam
kasus ini adalah diabetes melitus.
Sindrome Cushin
Adalah sindrom yang disebabkan berbagai hal seperti obesitas, impaired glucose tolerance, hipertensi, diabetes mellitus dan disfungsi gonadal yang berakibat pada berlebihnya rasio serum hormon kortisol.
Penyakit ini timbul ketika kelenjar adrenal pada tubuh terlalu banyak memproduksi hormon kortisol, yang dikenal sebagai simtoma hiperkortisolisme. Apabila tidak mendapat penanganan atau terlambat, akan menghasilkan hiperglikemia ( suatu kondisi dimana glukosa yang beredar dalam darah terlalu tinggi ) dan dapat menjadi Diabetes adrenal yang berujung pada Diabetes Melitus (DM).
Dinamika Biologi Diabetes Melitus
(DM)
Diabetes melitus sangat erat kaitannya dengan
mekanisme pengaturan gula normal. Pada kondisi normal, kadar gula tubuh akan
selalu terkendali, berkisar 70-110 mg/dL, oleh pengaruh kerja hormon insulin yang
diproduksi oleh kalenjar pankreas.
Setiap sehabis makan, terjadi penyerapan makanan
seperti tepung-tepungan (karbohidrat) di usus dan akan kadar gula darah
meningkat. Peningkatan kadar gula darah ini akan memicu produksi hormon insulin oleh kalenjar pankreas. Berkat pengaruh hormon insulin ini, gula dalam darah
sebagian besar akan masuk ke dalam berbagai macam sel tubuh (terbanyak sel
otot) dan akan digunakan sebagai bahan energi dalam sel tersebut. Sel otot kemudian menggunakan gula untuk beberapa
keperluan yakni sebagai energi, sebagian disimpan sebagai glikogen dan jika
masih ada sisa, sisa sebagian tersebut diubah menjadi lemak dan protein.
Apabila terjadi hiperglikemia, maka pankreas akan
bekerja semakin berat untuk memproduksi insulin untuk mengkontrol gula darah,
sehingga pada suatu tahap tertentu, maka proses tersebut akan gagal, insulin
yang dihasilkan akan kurang untuk mengkontrol glukosa dalam darah, atau bahkan
produksi insulin akan benar-benar berhenti tidak dapat memproses lagi.
Dinamika
Psikologis Penderita Diabetes Melitus
Selain kadar gula darah yang tinggi, penderita DM
memiliki ciri-ciri mudah lelah dan lemas, cepat haus dan lapar, berat badan
tidak stabil. Bagi penderita yang tidak memiliki efikasi dan percaya diri yang
tinggi, akan mudah mengalami gangguan mood hingga depresi yang cukup berat,
padahal penderita DM akibat sindrome cushin, kortisol yang dihasilkan telah
gagal dalam mendestruktif stress, padahal stres dan depresi memiliki peran
dalam meningkatkan glukosa dalam darah. Kondisi yang semakin memburuk justru
membuat gangguan lanjutan hingga jantung, kebutaan, stroke hingga kematian,
sehingga penderita DM dapat menggunakan strategi coping sebelum kasusnya
semakin parah.
Hingga saat ini belum ditemukan obat bagi penderita
diabetes, namun melalui pola hidup sehat, diet yang tepat serta olahraga, gula
darah dapat dikontrol.
Sumber
Msi., Psi., Sriningsih, Dra. Psikologi
Faal. Yogyakarta. Universitas Mercubuana Yogyakarta
Pinel. P.J.John. 2009. BIOPSIKOLOGI.
Yogyakarta. Pustaka Pelajar.
http://terapidiabetesmelitus.com/info/ciri-ciri-diabetes-melitus-dan-resiko-komplikasinya diakses 27 Desember 2012 pukul 12.00 WIB
http://www.klinikdiabetesnusantara.com/pages/tentang-diabetes/apa-itu-diabetes.php diakses 27 Desember 2012 pukul 12.00 WIB
http://www.news-medical.net/health/What-is-Hyperglycemia-(Indonesian).aspx diakses 27 Desember 2012 pukul 12.00 WIB
http://id.wikipedia.org/wiki/Sindrom_Cushing diakses
27 Desember 2012 pukul 12.00 WIB
*tulisan ini diangkat ke dunia maya sebagai kenangan bagi dosen saya Bapak. Drs. H. Muhammad Syahid, M.Sc. yang meninggal pada hari ini 27 Februari 2013 pukul 06.50. pada usia 65 tahun. saya kurang tau apa penyebab meninggalnya beliau, hanya saja ketika beliau sakit dulu,penyakit inilah yang menjadi informasi sampai ke telinga saya. Semoga diampuni segala dosanya dan diterima segala amal ibadahnya.
Senin, 25 Februari 2013
ACENG DAN GANGGUAN MENTAL
Fenomena Bupati Garut dan Perilaku Seksual Yang Normal atau Abnormal
Akhir November 2012, sebuah berita mengejutkan datang dari Garut, mengenai kasus nikah siri Bupati setempat, Aceng Fikri, dengan seorang remaja akhir berusia 18 tahun, yang kita sebut aja "bibi lung".
Pernikahan usia dini dapat dikatakan sebagai hal yang cukup biasa di Indonesia, toh almarhum nenek saya menikah ketika berusia 17 tahun dan memiliki anak satu tahun kemudian, hal yang juga terjadi pada budhe (Kakak perempuan orangtua) saya. Bahkan di masa kini pun, hal ini masih mudah dijumpai di daerah-daerah pelosok desa semacam Paliyan, Panggang, Phunthuk, semuanya didaerah kabupaten Gunung Kidul, D.I. Yogyakarta, bahkan kadang-kadang juga di tengah kota.
Pernikahan dini menjadi cukup luar biasa ketika dilakukan secara siri oleh seorang kepala daerah yang dihormati, dan menjadi lebih dahsyat luar biasanya ketika hanya berlangsung selama 4 hari dan menjadi super luar biasa ketika pihak wanita di ceraikan lewat SMS dengan alasan ketika menikah Fani sudah tidak perawan,tidak sesuai kesepakatan awal. yah perceraian hemat, hanya 350 rupiah jika beda operator atau gratis jika menggunakan paket berlangganan.
Tanpa melihat alasan kedua belah pihak terhadap pernikahan tersebut, ada beberapa hal yang dapat di kaji dari sudut psikologi dari kasus ini.
Secara kesehatan reproduksi, pernikahan dini sangat membahayakan bagi pihak wanita, dalam hal ini Fani, terutama jika disusul dengan kehamilan, karena pada usia remaja, kebutuhan akan nutrisi gizi sangat tinggi untuk pertumbuhan dan perkembangan dirinya, begitu juga bagi janin dalam masa natal, jadi secara biologis, bagi seorang remaja hamil, akan terjadi "rebutan" nutrisi antara kebutuhan ibu dan janin, dan biasanya janin akan terkalahkan sehingga terjadi kelahiran prematur dengan bayi cacat bahkan retardasi mental.
Kembali pada perilaku seksual...
Sebuah pernyataan dasar mengenai perilaku seksual disebut normal atau abnormal, harus mempertimbangkan konteks budaya dan norma sosial dalam menentukan normal atau abnormal suatu perilaku. Pernyataan diatas akan menjadi pagar atau rambu-rambu dalam pembahasan kasus ini.
Alasan "keperawanan" yang dijadikan oleh Aceng untuk menceraikan Fani, merupakan sebuah alasan yang sangat nyata, yaitu seksual. Alasan ini dapat dijadikan asumsi dasar, bahwa pernikahan ini, bagi Aceng memiliki motif kepuasan seksual, hasilnya, karena tidak perawan, maka Aceng tidak puas (yang dihaluskan dengan istilah "penipuan" oleh Aceng) sehingga Fani pun di ceraikan lewat SMS, yang mungkin gratis.
Dalam beberapa kesempatan, Aceng menganalogikan sebuah pernikahan, seperti proses jual beli, dimana Fani merupakan barang yang diperjualbelikan dan karena dalam proses jual beli terjadi penipuan, tentang masalah keperawanan, maka Aceng mengembalikan barang tersebut, tanpa meminta kembali uang pembeliannya, meskipun hanya seperempatnya. Analogi ini pun menunjukkan bahwa Aceng memposisikan diri sebagai Raja, maksudnya pembeli. Hal inilah yang tidak dapat diterima oleh norma sosial maupun budaya bangsa kita, bahkan dalam jual-beli pun, ketika proses dibatalkan, pembeli harus bertemu langsung pada penjualnya untuk menyatakan alasan pembatalan jual belinya, dalam hal ini adalah Aceng seharusnya menemui langsung orangtua Fani, dan menyatakan talak dan alasannya.
Sejauh ini, dalam perkembangan kasus Bupati Aceng Fikri, yang kini sudah menjadi mantan Bupati, ternyata banyak memiliki kisah pernikahan siri dengan beberapa wanita, namun tidak ada penjelasan yang mengarahkan adanya gangguan perilaku seksual seperti Parafilia, Gangguan identitas gender atau disfungsi seksual. Namun bukan berarti Aceng benar-benar bebas gangguan mental yang lain, bisa jadi ia menderita Gangguan kepribadian antisosial (ASPD / maniak) atau Gangguan Kepribadian Narsistik, atau mungkin... Gangguan Identitas Disosiatif (sebelumnya disebut kepribadian ganda ), yang pasti, sulit untuk mengatakan bahwa dia sehat mental.
Dalam sebuah kasus jual beli, ada yang dilupakan oleh Aceng, bahwa selain istilah pembeli adalah raja, masih ada istilah lain, yaitu ; penjual adalah Dewa*.
*thanks to kang warto dan wartoismenya (angkringan depan kost lestari, klebengan)
Rabu, 20 Februari 2013
Gangguan Perilaku Kekerasan
sebuah kasus berdasar pengalaman observasi di RSJ Grhasia Pakem Sleman
22 Desember 2012, kami satu kelas mata kuliah gangguan mental mengunjungi RSJ Grhasia Pakem Sleman DIY, sekitar jam 9 pagi kami mendapat sambutan dari pihak Humas Rumah Sakit dan sedikit pembekalan untuk langsung bertemu dengan pasien. Kami tidak diizinkan untuk memotret dan memberikan alamat rumah kami pada pasien, untuk aturan pertama saya belum menemukan pembenaran untuk hal tersebut, namun untuk aturan kedua... ya bayangkan saja kalau salah satu pasien itu kelak berkunjung kerumah anda dalam keadaan "kambuh".
22 Desember 2012, kami satu kelas mata kuliah gangguan mental mengunjungi RSJ Grhasia Pakem Sleman DIY, sekitar jam 9 pagi kami mendapat sambutan dari pihak Humas Rumah Sakit dan sedikit pembekalan untuk langsung bertemu dengan pasien. Kami tidak diizinkan untuk memotret dan memberikan alamat rumah kami pada pasien, untuk aturan pertama saya belum menemukan pembenaran untuk hal tersebut, namun untuk aturan kedua... ya bayangkan saja kalau salah satu pasien itu kelak berkunjung kerumah anda dalam keadaan "kambuh".
RSJ Grhasia Pakem, dulu dikenal sebagai RS Lalijiwo Pakem, kini juga memberikan pelayanan umum, termasuk pelayanan USG 4D ( empat dimensi ) yang kini menjadi trend di kalangan ibu-ibu hamil, namun disini kita tidak akan menjelaskan hal tersebut.
Pasien-pasien yang ada disini sangat bermacam-macam, ada yang tidak terlalu parah sampai ada yang masih parah, namun pemasungan pasien gangguan mental dan jiwa sudah TIDAK diperkenankan lagi untuk di lakukan. keragaman pasien dimulai dari orang biasa dengan latar belakang ekonomi sangat sederhana hingga pasien berwajah tampan dengan status mahasiswa Fakultas kedokteran sebuah Universitas Negeri terkemuka di Yogya ( sepertinya tidak disebut nama kampusnya pun sudah jelas ya ). Untuk tambahan saja, pasien tampan tersebut mengalami gangguan mental depresi karena "putus cinta", sebuah penyebab kasus yang luar biasa untuk seseorang dengan latar belakang pendidikan seperti dia, hal ini semakin membuktikan bahwa gangguan mental dapat diderita oleh siapapun dari kalangan apapun.
Kembali pada kasus gangguan perilaku kekerasan, di bangsal terakhir sebelum trip kami selesai, kami di kagetkan oleh seorang ibu dengan setelan warna biru tua dengan celana 3/4 dengan model khas pasien, sapaannya yang bersemangat menimbulkan keriuhan di bangsal, dan yang membuat saya kaget adalah, dia tau bahwa kampus kami Universitas Mercu Buana Yogyakarta sebelumnya bernama Wangsa Manggala dan terletak di Jalan Wates.
Seluruh rombongan kami di salami satu per satu, kemudian dia memimpin nyanyian lagu-lagu populer zaman sekarang. Pembawaannya yang sangat ceria, optimis dan ekstrovert. ibu ini menceritakan penyakitnya dan penyebab ia ada di RSJ ini, bahkan ia tau jika sudah tiga belas kali keluar masuk RSJ Grhasia.
Sikap optimis, ekstrovert serta perubahan afek dengan energi yang seakan-akan tidak kenal lelah merupakan simtom dari gangguan perilaku kekerasan, pada ibu ini ( oya, saya memang tidak berniat menuliskan nama asli ibu ini, atas nama etika.., ya sebenarnya sih biar keren dan dianggap ber etika, hehehe.. ), kurang diketahui latar belakang gangguannya, yang pasti adalah dia sudah tiga belas kali keluar masuk dengan jenis gangguan yang sama, fakta bahwa ibu ini mengerti dengan kondisi gangguan serta hasil diagnosisnya, menunjukkan bahwa dia sudah mendekati kondisi "sembuh", hal ini sangat penting untuk kesembuhan jangka panjangnya, sebagai dasar dari ibu tersebut untuk mengenali gejala dan simtom yang muncul saat gangguannya akan muncul kembali.
Secara psikologis, ketika pasien sudah mengetahui dan menerima kondisi gangguannya ( segala jenis gangguan mental ), maka pasien memiliki kemungkinan sembuh yang cukup besar, hal ini berkaitan dengan strategi coping yang dapat digunakan pasien tersebut saat muncul gejala atau simtom gangguan. Pada orang yang memiliki efikasi diri tinggi, akan sangat membantu dalam proses penyembuhan secara nonfarmakologis.
intinya, gangguan mental, atau oleh orang awam disebut sakit jiwa, dapat disembuhkan dan kembali pada kondisi normal bahkan tanpa bantuan obat sekalipun, tergantung support keluarga, lingkungan dan masyarakat disekitarnya.
Senin, 18 Februari 2013
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB SKIZOFRENIA
FAKTOR PENYEBAB SKIZOFRENIA
I. Faktor Biologis :
- Bukti kuat tentang kontribusi genetis yang utama.
- Ketidakteraturan dalam sistem neurotransmiter, terutama dopamin.
- Ketidaknormalan otak, seperti kerusakan struktural atau deteriorasi jaringan atau terganggunya bagian otak yang mengatur fungsi kognitif dan emosional.
- Kemungkinan adanya infeksi virus.
II. Faktor Psikososial : pengalaman traumatis yang penuh tekanan, memberikan kontribusi terhadap perkembangan individu yang memiliki kerentanan genetis.
III. Beberapa fakta dari faktor-faktor yang berkontribusi ;
- Predisposisi genetic : seorang individu akan memiliki risiko yang lebih tinggi dalam mengembangkan kecenderungan skizofrenia apabila individu memiliki kembar identik yang menunjukan bahwa dia memiliki kecenderungan skizofrenia, meskipun mereka dibesarkan secara terpisah. Seorang anak dari orang tua yang salah satunya penderita skizofrenia akan memiliki risiko mengembangkan ganguan skizofrenia sebesar 12 persen sepanjang hidupnya, dan anak-anak dari kedua orang tua yang menderita skozofrenia akan memiliki risiko mengembangkan gangguan skizofernia sebesar 35-46 persen sepanjang hidupnya, dibandingkan dengan penderita pada masyarakat umum yang hanya sebesar 1-2 persen.
- Abnormalitas pada struktur otak. Sebagian besar penderita skizofrenia memiliki abnormalitas pada struktur pada otak mereka, yang meliputi menyusutnya volume temporal lobe atau hipokampus, berkurangnya jumlah dari neuron yang terdapat di korteks prefrontal atau membesarnya ventricles, suatu ruang pada otak yang yang berisi cairan ceresbrospinal. Para penderita juga memiliki kecenderungan yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang sehat untuk memiliki abnormalitas pada thalamus, pusat pengendali yang menyaring sensasi dan focus dari atensi kita, para penderita juga memiliki abnormalitas pada auditory cortex dan pada area bronco dan wernikle, yang dimana semua bagian tersebut terlibat dalam pemrosesan dan persepsi bicara.
- Abnormalitas pada saraf penghantar. Skizofrenia selama ini telah diasosiasikan dengan abnormalitas pada beberapa saraf penghantar, termasuk serotonin, glutamate, dan dopamin.
- Masalah prenatal dan komplikasi pada proses kelahiran. Kerusakan yang terjadi pada otak janin akan meningkatkan kemungkinan janin tersebut nantinya akan menderita skizofrenia. Kerusakan pada otak janin juga dapat terjadi jika ibu dari janin tersebuta menderita penyakit flu selama empat bulan pertama dari proses kelahiran. Kerusakan tersebut juga dapat terjadi bila terdapat komplikasi pada saat proses kalahiran yang menyebabkan cidera pada otak bayi, atau bayi mengalami kekurangan oksigen. Stress prenatal yang terjadi pada ibu maupun pada bayi akan meningkatkan factor resiko bayi nantinya mengembangkan jenis gangguan psikologi lainnya dalam kehidupan mereka, tidak hanya skizofrenia.
- Abnormalitas pada perkembangan otak yang terjadi saat perkembangan remaja. Pada tahapan ini, secara alamiah otak melakukan pemotongan sinapsis yang tidak dibutuhkan. Pada umumnya proses ini membantu meningkatkan efisiensi pada otak dalam menangani tantangan-tantangan baru yang terjadi pada tahap perkembangan remaja. Namun pada penderita skizofrenia, proses pemotongan tersebut akan terjadi sangat cepat dan terlalu banyak sinapsis yang terpotong
Skizofrenia memiliki banyak penyebab, beberapa gen telah
dikaitkan dengan gangguan itu, tetapi mekanisme bagaimana gen ini memberikan
kontribusi pada skizofrenia belum ditetapkan, selain itu ada beragam faktor
pengalaman usia dini yang terimplikasi dalam skizofrenia, seperti komplikasi
persalinan, infeksi usia dini, reaksi autoimun, toksin, cedera traumatik dan
stress. Pengalaman ini diduga mengubah perjalanan perkembangan neural yang
normal, yang menghasilkan skizofrenia pada individu-individu yang mengalami
kerentanan genetik.
Tipe SKIZOFRENIA
TIPE-TIPE SKIZOFRENIA
- Tipe Paranoid : sangat mencolok dalam delusi
(terutama grandeur, persekusi, cemburu) dan halusinasi. ketrampilan
kognitif dan afek relatif utuh, tidak mengalami pembicaraan maupun
perilaku yang terdisorganisasi maupun afek datar dan prognosis
lebih baik dibanding tipe lainnya.
- Tipe disorganisasi : perilaku dan pembicaraan yang
aneh dan membingungkan, halusinasi yang nyata, afek datar dan tidak
sesuai, delusi yang tidak terorganisasi. individu
mengalami kesulitan sejak usia dini, jarang menunjukkan perbaikan yang
menjadi ciri pada bentuk lain.
- Tipe Katatonik : Gangguan nyata dalam aktifitas
motorik dimana perilaku mungkin melambat, menjadi stupor, namun secara
tiba-tiba berubah menjadi teragitasi, sering
mengulang kata2 orang lain (echolalia) atau gerakan orang lain
(echopraxia).
- Tipe tak terbedakan : individu
menunjukkan gejala skizofrenia namun tidak tepat diklasifikasikan dalam
subtipe-subtipe tersebut
di atas.
- Tipe Residual : individu hanya pernah mengalami setidaknya satu episode skizofrenia tetapi tidak lagi memanifestasikan gejala-gejala utamanya.
Ciri-Ciri Yang Lazim dalam Skizofrenia
CIRI-CIRI DALAM SKIZOFRENIA :
Delusi yang ganjil
: seperti keyakinan bahwa anjing adalah mahluk luar angkasa yang menyamar
sebagai hewan peliharaan. Beberapa penderita skizofrenia mengalami delusi
identitas, meyakini bahwa mereka adalah musa, yesus atau orang terkenal
lainnya. Ada juga yang mengalami delusi paranoid, menganggap peristiwa yang
terjadi bertujuan untuk menyakiti mereka.
Halusinasi
: pengalaman sensorik yang palsu, namun sangat nyata. Sejauh ini halusinasi yang umum
terjadi pada para penderita skizofrenia adalah mendengar suara-suara, hal ini
dapat dikatakan sebagai tanda dari penyakit ini.
Pembicaraan yang
tidak terorganisir, tidak keheren : Biasanya terdiri
dari kumpulan ide dan simbol yang tidak masuk akal. Seorang penderita
skizofernia menuliskan, “minyak olive adalah sause-minuman keras yang berasal
dari arab, yang digunakan oleh masyarakat afganistan, moors, dan muslim pada
peternakan unta”
Perilaku yang
tidak terorganisir dan tidak sesuai : yang memiliki
rentang mulai dari kebodohan anak-anak , hingga agitasi yang kasar dan tidak
dapat diprediksi. Seorang penderita dapat memakai tiga mantel dan sarung tangan
di hari yang panas, mengumpulkan sampah atau menyinpan sisa-sisa makanan.
Penyakit pada
kemampuan kognitif : mereka yang
menderita skizofrenia memiliki kemampuan yang jauh lebih rendah dibandingkan mereka
yang sehat, pembicaraan mereka seringkali memiliki kualitas yang buruk, mereka hanya memberikan
jawaban yang singkat dan kosong dalam
suatu percakapan, yang disebabkan oleh kurangnya
pemikiran dan bukan karena keengganan untuk berbicara.
Sebagian dari gejala-gejala ini mungkin saja muncul beberapa bulan
sebelum munculnya halusinasi dan delusi, dan sering kali gejala tersebut akan
menetap meskipun gejala dramatis lainnya
mulai menghilang. Sebagai contoh, banyak sekali penderita skizofrenia
kehilangan motivasi untuk mengurus dirinya sendiri dan berinteraksi dengan
orang lain, mereka mungkin saja berhenti berkerja atau mandi, menjadi terisolir
dan menarik diri , emosional
mereka terlihat rata,
ekspresi wajah terlihat tidak responsive dan mereka sering kali menghindari
kontak dengan mata orang lain. Beberapa penderita seringkali benar-benar
menarik dirinya kedalam dunia pribadinya dan mampu berdiam diri selama berjam-jam
tanpa bergerak sama sekali yang sering disebut dengan catatonic stupor.
SEJARAH SKIZOFRENIA
SEJARAH SKIZOFRENIA
- Emile Kraeplin (1856-1926)
Adalah seorang bapak psikiatri modern, menyebut gangguan skizofrenia sebagai dementia praecox, dari bahasa latin yang diartikan sebagai "sebelum tingkat kematangan dari seseorang". Ia menggabungkan beberapa gejala penyakit jiwa yang biasanya dianggap merefleksikan gangguan-gangguan terpisah dan benar-benar berbeda, yakni catatonia (selang-seling antara imobilitas dan agitasi, hebephrenia (emosionalitas yang dungu dan tidak matang), dan paranoia (delusi grandeur dan persekusi). gejala-gejala tersebut didasari oleh ciri-ciri yang sama dan dimasukkan dalam golongan keadaan yang sama.
- Eugen Bleuler (1857-1939)
Mengganti istilah dementia praecox menjadi skizofrenia berasal dari kata schistos, yang berarti terpotong atau terpecah dan phren yang berarti otak. Perbedaan Bleuler dengan Kraeplin adalah, ia tidak menerima bahwa skizofrenia harus bermula dari anak-anak, ia mengemukakan bahwa perkembangan skizofrenia lebih bervariasi.
Bleuler meyakini bahwa skizofrenia dapat dikenali berdasar empat ciri atau simtom primer. disebut juga dengan "empat A" :
1. Asosiasi : hubungan antara pikiran-pikiran menjadi terganggu, sekarang disebut gangguan pikir. maksudnya adalah setiap ide yang dikemukakan tidak memiliki keterikatan ( tidak nyambung ).
2. Afek : respon emosional menjadi datar atau tidak sesuai. misal, tertawa saat mendengar kabar teman meninggal.
3. Ambivalensi : memiliki perasaan ambivalen atau konflik perasaan terhadap satu orang, misalnya adalah membenci dan mencintai seseorang pada saat yang sama.
4. Autisme : Adalah istilah yang menjelaskan penarikan diri ke dunia fantasi pribadi yang tidak terikat prinsip logika.
Selain itu, Bleuler berpandangan bahwa halusinasi dan waham mewakili simtom sekunder, karena ia meyakini bahwa halusinasi dan waham adalah usaha untuk menggantikan dunia luar dengan dunia fantasinya.
1. Asosiasi : hubungan antara pikiran-pikiran menjadi terganggu, sekarang disebut gangguan pikir. maksudnya adalah setiap ide yang dikemukakan tidak memiliki keterikatan ( tidak nyambung ).
2. Afek : respon emosional menjadi datar atau tidak sesuai. misal, tertawa saat mendengar kabar teman meninggal.
3. Ambivalensi : memiliki perasaan ambivalen atau konflik perasaan terhadap satu orang, misalnya adalah membenci dan mencintai seseorang pada saat yang sama.
4. Autisme : Adalah istilah yang menjelaskan penarikan diri ke dunia fantasi pribadi yang tidak terikat prinsip logika.
Selain itu, Bleuler berpandangan bahwa halusinasi dan waham mewakili simtom sekunder, karena ia meyakini bahwa halusinasi dan waham adalah usaha untuk menggantikan dunia luar dengan dunia fantasinya.
- Kurt Schneider (1887-1967)
Membedakan ciri-ciri skizofrenia sebagai inti diagnosis dalam dua tingkat :
1. Simtom Peringkat Pertama, halusinasi dan delusi.
2. Simtom Peringkat kedua, simtom yang memiliki hubungan dengan skizofrenia namun juga terjadi pada gangguan mental lainnya
1. Simtom Peringkat Pertama, halusinasi dan delusi.
2. Simtom Peringkat kedua, simtom yang memiliki hubungan dengan skizofrenia namun juga terjadi pada gangguan mental lainnya
Minggu, 17 Februari 2013
Pengertian SKIZOFRENIA
PENGERTIAN SKIZOFRENIA
Istilah skizofrenia berarti terbelahnya fungsi psikis. Istilah ini dilontarkan pada awal abad ke-20 untuk mendeskripsikan apa yang pada masa itu diduga sebagai gejala utama gangguan itu,yaitu rusaknya integrasi antara emosi, pikiran, dan tindakan.
Skizofrenia adalah gangguan yang ditandai oleh munculnya delusi, halusinasi, ketidakteraturan, dan cara bicara yang tidak keheren, perilaku yang tidak sesuai dan gangguan kognitif. Skizofrenia adalah kanker dari penyakit mental : sukar dipahami, kompleks, dan memiliki berbagai variasi bentuk ( Wade&Tavris, 2007 ).
Kesulitan utama dalam memahami skizofrenia adalah untuk mendefinisikannya secara akurat (Heinrich,2005; Krueger & Markon,2006 dalam Pinel, 2009). Hal ini dikarenakan gejala-gejalanya kompleks dan beragam serta tumpang tindih dengan gejala gangguan psikiatrik lainnya, bahkan ada berbagai macam gangguan neurologis ( seperti epilepsi, parkinson, alzheimer ) yang berhubungan dengan gejala-gejala yang mungkin menghasilkan diagnosis skizofrenia.
Langganan:
Komentar (Atom)