kode enrollment key
psi eksperimen kelas 33F1 = super_junior1
psi eksperimen kelas 33F2 = super_junior2
Jumat, 13 Maret 2020
Jumat, 06 Maret 2020
Kode Enrol Psikologi Kesehatan
ola teman-teman mahasiswa ketceh...
untuk Enrolment key psikologi kesehatan kelas 11B adalah = teori_kesehatan11b
untuk Enrolment key psikologi kesehatan kelas 13F adalah = teori_kesehatan13f
untuk Enrolment key psikologi kesehatan kelas 23F adalah = teori_kesehatan23f
untuk Enrolment key psikologi kesehatan kelas 33F adalah = teori_kesehatan33f
ingak... hurufnya kecil semua yaaa
untuk Enrolment key psikologi kesehatan kelas 11B adalah = teori_kesehatan11b
untuk Enrolment key psikologi kesehatan kelas 13F adalah = teori_kesehatan13f
untuk Enrolment key psikologi kesehatan kelas 23F adalah = teori_kesehatan23f
untuk Enrolment key psikologi kesehatan kelas 33F adalah = teori_kesehatan33f
ingak... hurufnya kecil semua yaaa
Sabtu, 16 Agustus 2014
CHACA, ROBIN DAN BIPOLAR
Dua pekan terakhir media diramaikan
berita mengenai mantan aktris cilik Marshanda, usia 25 tahun, yang mengaku dipasung
oleh ibu serta pihak rumah sakit. Dalam beberapa kesempatan Marshanda mengaku
dirinya diberikan obat secara paksa oleh pihak rumah sakit setelah sebelumnya
di jemput paksa dari kediamannya. Berita yang berkembang menggambarkan
terjadinya konflik antara ibu dan anak yang diwakili pengacara ternama.
Jauh sebelum kasus tersebut
mencuat, Marshanda mengalami permasalahan dalam rumah tangga yang berujung pada
perceraian dengan suaminya aktor Ben kasyafani, kasus tersebut pun menimbulkan
praduga yang cukup aneh karena pihak suami pun tidak mengetahui alasan dan
latar belakang gugatan cerai dari istrinya. Meskipun telah turun putusan untuk
berpisah, namun kasus itupun masih berlanjut hingga kini terkait hak asuh anak,
yang hingga tulisan ini masih dibawah hak ibunya.
Perkembangan berita antara
pengacara Marshanda dan ibunya menunjukkan adanya tuduhan bahwa ibu Marshanda
telah memasung putrinya di sebuah rumah sakit di Jakarta, namun kebenaran hal ini patut untuk dipertanyakan.
Saat ini Departemen Kesehatan telah memulai kampanye “Indonesia bebas pasung”
sejak tahun 2010 dan diharapkan dapat terwujud secara nasional pada 2019,
ketika menteri kesehatan dijabat oleh alm Endang rahayu. Bahkan tanpa kempanye
itupun, telah ada Undang-undang nomer 23 tahun 1966 tentang kesehatan jiwa dan Surat Menteri Dalam Negeri Nomor PEM.29/6/15, tertanggal 11
Nopember 1977 mengenai larangan pemasungan. Dengan adanya aturan dan
kampanye tersebut, apakah mungkin sebuah institusi seperti rumah sakit tempat
Marshanda dirawat berani mempertaruhkan nama baik, integritas dan pelanggaran
kode etik mengenai pemasungan pasien kesehatan jiwa? Seandainya itu benar, maka
pemerintah terkait wajib hukumnya untuk melakukan investigasi terhadap berita
ini. Dan seandainya tidak terbukti, maka pihak Marshanda dapat dituntut
mengenai pencemaran nama baik.
Pemberitaan mengenai Marshanda
telah membuka sejarah masa lalu dirinya sejak kasus video youtube ketika
dirinya masih remaja, 2009 silam, dan semakin terbuka bahwa Marshanda telah
rutin minum obat Xanax, yaitu semacam obat penenang yang diminum ketika
Marshanda mengalami sulit tidur akibat beban kerjanya. Xanax adalah obat dalam
golongan benzodiazepines yang bekerja
mengurangi aktifitas kimia dalam otak yang tidak seimbang, xanax akan
mengurangi ketegangan atau kecemasan.Diketahui bahwa Marshanda mengalami
gangguan jiwa yang disebut gangguan bipolar.
Belum reda kasus Marshanda, dunia
dikejutkan berita kematian aktor Robin williams, Robin ditemukan tewas
dirumahnya diduga akibat bunuh diri pada usia 63 tahun. Aktor yang melejit
lewat film Mrs. Doubtfire ini diketahui pernah mengalami masalah dengan alkohol
serta narkoba yang membawanya beberapa kali ke klinik rehabilitasi. Pada
pemberitaan disebutkan bahwa aktor dan komedian, yang pernah disebut sebagai
orang terlucu didunia, mengalami depresi. Riwayat hidupnya menyebutkan Robin
pernah ketergantungan pada alkohol dan narkoba sejak tahun 1980an, pernah
berhenti ketika sahabatnya meninggal akibat alkohol serta kelahiran putranya
pada 1983, namun Robin kembali pada alkohol pada tahun 2000an, dan tidak
kembali pada narkoba. Dia pernah menyebut bahwa kokain adalah cara Tuhan
memberitahu kita bahwa kita menghasilkan uang terlalu banyak. Pada tahun 2010
Robin disebut telah meninggalkan alkohol setelah mengikuti rehabilitasi.
Robin telah lama dicurigai
menderita depresi atau juga gangguan bipolar. Seperti halnya Marshanda,
Gangguan bipolar merupakan sebuah penyakit mental dimana penderita mengalami
masa yang fluktuatif antara energi yang berlebihan, sulit fokus dan produktif
dan beberapa depresi berat.
Orang dengan gangguan bipolar, akan
berayun dari suatu rasa girang yang tinggi menuju titik terendah dalam depresi
tanpa adanya penyebab eksternal. Tanda awal dapat berupa manik, yaitu suatu
peningkatan euforia yang tidak realistis, sangat gelisah serta aktifitas yang
berlebihan yang ditandai dengan perilaku tidak terorganisir serta ketidak
mampuan dalam memberikan penilaian. Sejumlah orang dengan gangguan bipolar yang
muncul berulang berusaha untuk bunuh diri ketika kondisi manik berada dalam
titik terendahnya, mereka akan berusaha melakukan apapun untuk lari dari
depresi dari mereka tahu akan terjadi. Dan sayangnya 1 dari 5 orang yang tidak
mendapat penanganan dengan baik akan melakukan bunuh diri (Hilts dalam Nevid
dkk, 2005).
DSM membedakan gangguan bipolar
menjadi dua, gangguan bipolar 1, penderita akan mengalami paling tidak satu
episode manik penuh. Pada beberapa kasus, penderita akan mengalami perubahan mood antara rasa senang atau girang yang
berlebihan dengan rasa depresi berupa mood
yang normal. Sedangkan gangguan
bipolar 2, diasosiasikan dengan suatu bentuk manik yang lebih ringan
(hipomanik) serta satu atau beberapa depresi yang ringan (episode depresi
mayor).
Saat ini, Indonsesia belum memiliki
habit preventif dalam menyikapi isu kesehatan, tidak hanya psikologis, namun
juga fisiologis, kita cukup tertinggal dengan negara tetangga mengenai prevensi
kesehatan masyarakat, beberapa waktu lalu DPR telah memutuskan rancangan
undang-undang tentang kesehatan mental,
semoga menjadi dasar untuk langkah lebih nyata mengenai prevensi kesehatan
mental. Mengenai penjelasan teoritis dari sudut pandang psikologis akan dibahas
dan dikaji lebih lanjut dalam tulisan selanjutnya. Salam.
Referensi :
Nevid, s, Jeffrey. Rathus, A, Spencer, Greene, Beverly.
2005. Psikologi abnormal jilid 1. Jakarta. Erlangga
Kamis, 28 Maret 2013
Materi Kuliah Pengantar Intervensi Psikologi
Assalamualaikum Wr Wb
Apakabar ente-ente semua? nih We beri lagi materi kuliah Bu Kondang
semoga manfaat ye.. kalo ente-ente punya yang lain lagi, kasihlah kita info, otre!! biar sama-sama mutualisme gitu... ngerti kan?? sadapppp...
(masih tanpa password,we belum tau caranya kasi password)
Waalaikumsalam Wr Wb
sejarah psikologi klinis
pengertian psikologi klinis
pendekatan dalam psikologi klinis
Apakabar ente-ente semua? nih We beri lagi materi kuliah Bu Kondang
semoga manfaat ye.. kalo ente-ente punya yang lain lagi, kasihlah kita info, otre!! biar sama-sama mutualisme gitu... ngerti kan?? sadapppp...
(masih tanpa password,we belum tau caranya kasi password)
Waalaikumsalam Wr Wb
sejarah psikologi klinis
pengertian psikologi klinis
pendekatan dalam psikologi klinis
Senin, 25 Maret 2013
materi kuliah METOPEN kualitatif
assalamualaikum warohmatullohi wabarokatu
Hi alayers, nich we share materi kuliah MK kualitatif dosen Bu Sriningsih, mudah-mudahan banyak manfaatnya ye...
wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatu
pengantar metopen kualitatif
http://www.mediafire.com/view/?5qinh3r10jglpu1
pertemuan kedua
http://www.mediafire.com/view/?n4vb9o4lxire6k1
pertemuan ketiga
http://www.mediafire.com/view/?xtn382ty0wdbejk
materi keempat
http://www.mediafire.com/view/?posemlclipbg8s8
materi kelima
http://www.mediafire.com/view/?ot3v9oz8l72pgsy
materi keenam
http://www.mediafire.com/view/?crksoq5z7oh3p4h
Hi alayers, nich we share materi kuliah MK kualitatif dosen Bu Sriningsih, mudah-mudahan banyak manfaatnya ye...
wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatu
pengantar metopen kualitatif
http://www.mediafire.com/view/?5qinh3r10jglpu1
pertemuan kedua
http://www.mediafire.com/view/?n4vb9o4lxire6k1
pertemuan ketiga
http://www.mediafire.com/view/?xtn382ty0wdbejk
materi keempat
http://www.mediafire.com/view/?posemlclipbg8s8
materi kelima
http://www.mediafire.com/view/?ot3v9oz8l72pgsy
materi keenam
http://www.mediafire.com/view/?crksoq5z7oh3p4h
Minggu, 17 Maret 2013
METOPEN Kualitatif atau Kuantitatif??ato keduanya?
Mau Ambil Apa ya???
Sebenarnya apasih metopen kualitatif itu? ato apa sih metopen kuantitatif itu?? Buat apa sih dua matakuliah itu? penting mana?
Metopen kualitatif merupakan mata kuliah yang mengajarkan mahasiswa mengenai metode penelitian dimana pemahaman suatu penelitian merupakan hasil pengamatan secara langsung terhadap objek penelitian di situasi alami yang tidak di kontrol, dengan kata lain, proses penelitian merupakan faktor paling penting daripada hasil penelitian. Singkatnya adalah kita mengamati subjek penelitian secara mendetail dan mendalam tanpa memberikan campur tangan apapun, oleh karena itu metodenya adalah wawancara dan observasi secara langsung supaya mendapatkan paparan mendalam tentang suatu penelitian. oya, metode kualitatif itu tidak ada hipotesis yang dibangun lho ya, dan hasilnya berupa kata-kata, bukan angka karena tidak mengalami proses statistik.
Sementara Metopen Kuantitatif merupakan penelitian yang kebanyakan menggunakan kuosioner yang disebar luas, tidak ada interaksi langsung antara peneliti dan subjek penelitian, oleh karena itu dalam penelitian kuantitatif, dibangun dalam batasan teori dan hipotesis, sementara hasilnya berupa angka. Penelitian ini hanya mencari hubungan dari sample-sample yang diteliti. untuk penjelasan mendalamnya nyusul ya...
Nah, tadi waktu kuliah metopen kualitatif, dijelaskan mengenai kedua matakuliah ini, hal ini berkaitan dengan target untuk menyelesaikan kuliah 7-8 semester maka diusahakan untuk mengambil keduanya (kuali dan kuanti), hal ini berkaitan dengan kuliah Teknik Penyusunan Skripsi kualitatif/kuantitatif (bisa jadi Proposal).
jadi buat rekan yang niat kuliah 7-8 semester, ambil aja keduanya, trus observasi dan wawancara juga diambil gak papa, yang diganti psi kognitif dan prakt psikodiagnostika.. (keduanya bukan mata kuliah prasyarat), terus yang terlanjur udah KRS an gimana?? ya perubahan aja... bawa KRS kamu (kertas karbon warna pink) ke DPA masing2, tulis mata kuliah yang mau di ambil dan coret yang diganti dan di tandatangani DPA, udah deh tinggal kasih ke Pak Kadi / Pak Marsam / Pak.... (lupa namanya).
Selesai....
oya, untuk kuliah metopen ini, siap-siap dengan tugas harian ya.. :D
Rabu, 27 Februari 2013
Diabetes Melitus Dalam Dimensi Biopsikologi
sebuah catatan ringan sebagai kenangan untuk Alm. Pak Syahid
Rabu 27 Februari 2013, sekitar pukul setengah sebelas dapat kabar dari teman yang menginformasikan bahwa Pak Syahid*, dosen saya yang mengajar matakuliah sosiologi dan kewarganegaraan di semester satu, wafat. Akhirnya setelah mencari informasi dari dosen, saya mengetahui alamat dan waktu pemakamannya, jam 4 sore akan dikebumikan, sekitar jam 3 sore saya berangkat dari rumah, tempat tinggalnya yang tidak terlalu jauh dari rumah saya, Pundong Tlogoadi Mlati Sleman, cukup mudah ditemukan. Mudah karena saat kebingungan cari alamat ketemu rekan yang sudah tahu rumah beliau.
Pak Syahid meninggal pada pukul 06.50 tanggal 27 Februari 2013 WIB di Rumah sakit (kalo tidak salah dengar sih panti rapih), meninggalkan seorang istri, 2 putra, dan 1 cucu.
Pertemuan kami terakhir terjadi di Rumah Sakit Panti Rapih, ruang Elizabeth lantai 3, sekitar 18 bulan yang lalu, saat itu saya masih "anak ingusan" di kampus, masih semester satu, setelah setengah semester perkuliahan, seusai ujian MID beliau sama sekali tidak mengajar hingga UAS karena sakit dan mondok di panti rapih, beliau terlihat lemah saat saya datang, namun masih bisa bercanda dengan sapaan "weh cah ndenggung...primadona ne mercubuana iki" saat memperkenalkan saya pada istri beliau dan salah satu putranya. Sedikit perbincangan kami, karena saya tahu beliau menahan rasa sakit saat itu, akhirnya saya pulang tanpa tahu apa sakit beliau.
Kejelasan mengenai kondisinya baru saya tahu saat akan UAS, waktu itu saya tanya pada karyawan kampus mengenai kesehatan beliau, waktu itu saya diberi tahu penyakitnya adalah "Gula".
DIABETES MELITUS
Gula, atau dikenal dalam istilah medis sebagai diabetes, diabetes adalah ; suatu penyakit dimana tubuh tidak dapat menghasilkan insulin (hormon pengatur gula darah) atau insulin yang dihasilkan tidak mencukupi atau insulin tidak bekerja dengan baik. Oleh karena itu akan menyebabkan gula darah meningkat.
Diabetes ada dua tipe utama :
1. Diabetes Tipe 1 : Suatu keadaan dimana tubuh sudah sama sekali tidak dapat memproduksi hormon insulin. Sehingga penderita harus menggunakan suntikan insulin dalam mengatur gula darahnya.
2. Diabetes Tipe 2 : Terjadi karena tubuh tidak memproduksi hormon insulin yang mencukupi atau karena insulin tidak dapat digunakan dengan baik (resistensi insulin).
Penyakit diabetes memiliki hubungan dengan sistem hormonal, salah satunya dengan kelenjar adrenal.
Adrenal adalah kelenjar endokrin berbentuk segitiga yang terletak di atas ginjal. Kelenjar ini bertanggung jawab pada pengaturan respon stress pada sintesis kortikosteroid dan katekolamin, termasuk kortisol dan hormon adrenalin 80 % dari kelenjar ini berupa korteks adrenal yang terdiri dari tiga zona, yaitu :
1. Zona Glomerulosa, Zona ini secara eksklusif memproduksi mineralokortikoid, terutama aldosteron. Efek aldosteron adalah meningkatkan jumlah natrium dan menurunkan jumlah kalium dalam cairan ekstraseluler, selama proses pembentukan urine.
Efek berlebihnya kadar aldosteron: Menyebabkan hipokalemia, yaitu keadaan menurunnya konsentrasi kalium dalam plasma darah sampai di bawah nilai normal, Penderita mengalami kelemahan otot yang berat.
Efek rendahnya kadar aldosteron: Konsentrasi ion kalium dalam cairan ekstraseluler meningkat sampai jauh di atas nilai normal, Peningkatan 60 – 100% dari nilai normal menyebabkan keracunan jantung. Peningkatan di atas itu, menyebabkan gagal jantung.
2. Zona Fasikulata, Zona ini mensintesis glukokortikoid, terutama kortisol. Peran kortisol adalah mengontrol metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak ,membantu menolak efek destruktif dari stres mental dan fisik. Kortisol yang berlebih menyebabkan timbulnya sindrom Cushin yang ditandai oleh :
a. Meningkatkan kadar glukosa darah (hiperglikemia). menurunnya protein, dan meningkatnya timbunan lemak.
b. Glukosa tercampur dalam urine (glukosuria), mirip dengan DM sehingga disebut ‘Diabetes Adrenal’.
c. Sebagian glukosa diendapkan sebagai lemak tubuh di atas bahu dan wajah, sehingga disebut ‘punuk kerbau’ (buffalo hump) dan ‘muka bulan’ (moon face).
3. Zona Retikularis, Zona ini menghasilkan hormon seks adrenal (androgen dan estrogen) yang identik dengan yang dihasilkan gonad. Namun androgen dan estrogen adrenal ini tidak cukup kuat untuk menimbulkan efek maskulinitas dan feminitas.
maka
dapat dipahami dari penjelasan di atas bahwa diabetes adrenal adalah penyakit
diabetes yang dipengaruhi oleh kegagalan fungsi kelenjar adrenal terutama dalam
zona fasikulata dalam tubuh yang menyebabkan sindrome cushin, sindrome inilah
yang menjadi awal diabetes adrenal yang dapat menyebabkan gangguan sintesis
insulin yang dihasilkan dari kelenjar Pankreas bagian endokrin. Contoh dalam
kasus ini adalah diabetes melitus.
Sindrome Cushin
Adalah sindrom yang disebabkan berbagai hal seperti obesitas, impaired glucose tolerance, hipertensi, diabetes mellitus dan disfungsi gonadal yang berakibat pada berlebihnya rasio serum hormon kortisol.
Penyakit ini timbul ketika kelenjar adrenal pada tubuh terlalu banyak memproduksi hormon kortisol, yang dikenal sebagai simtoma hiperkortisolisme. Apabila tidak mendapat penanganan atau terlambat, akan menghasilkan hiperglikemia ( suatu kondisi dimana glukosa yang beredar dalam darah terlalu tinggi ) dan dapat menjadi Diabetes adrenal yang berujung pada Diabetes Melitus (DM).
Dinamika Biologi Diabetes Melitus
(DM)
Diabetes melitus sangat erat kaitannya dengan
mekanisme pengaturan gula normal. Pada kondisi normal, kadar gula tubuh akan
selalu terkendali, berkisar 70-110 mg/dL, oleh pengaruh kerja hormon insulin yang
diproduksi oleh kalenjar pankreas.
Setiap sehabis makan, terjadi penyerapan makanan
seperti tepung-tepungan (karbohidrat) di usus dan akan kadar gula darah
meningkat. Peningkatan kadar gula darah ini akan memicu produksi hormon insulin oleh kalenjar pankreas. Berkat pengaruh hormon insulin ini, gula dalam darah
sebagian besar akan masuk ke dalam berbagai macam sel tubuh (terbanyak sel
otot) dan akan digunakan sebagai bahan energi dalam sel tersebut. Sel otot kemudian menggunakan gula untuk beberapa
keperluan yakni sebagai energi, sebagian disimpan sebagai glikogen dan jika
masih ada sisa, sisa sebagian tersebut diubah menjadi lemak dan protein.
Apabila terjadi hiperglikemia, maka pankreas akan
bekerja semakin berat untuk memproduksi insulin untuk mengkontrol gula darah,
sehingga pada suatu tahap tertentu, maka proses tersebut akan gagal, insulin
yang dihasilkan akan kurang untuk mengkontrol glukosa dalam darah, atau bahkan
produksi insulin akan benar-benar berhenti tidak dapat memproses lagi.
Dinamika
Psikologis Penderita Diabetes Melitus
Selain kadar gula darah yang tinggi, penderita DM
memiliki ciri-ciri mudah lelah dan lemas, cepat haus dan lapar, berat badan
tidak stabil. Bagi penderita yang tidak memiliki efikasi dan percaya diri yang
tinggi, akan mudah mengalami gangguan mood hingga depresi yang cukup berat,
padahal penderita DM akibat sindrome cushin, kortisol yang dihasilkan telah
gagal dalam mendestruktif stress, padahal stres dan depresi memiliki peran
dalam meningkatkan glukosa dalam darah. Kondisi yang semakin memburuk justru
membuat gangguan lanjutan hingga jantung, kebutaan, stroke hingga kematian,
sehingga penderita DM dapat menggunakan strategi coping sebelum kasusnya
semakin parah.
Hingga saat ini belum ditemukan obat bagi penderita
diabetes, namun melalui pola hidup sehat, diet yang tepat serta olahraga, gula
darah dapat dikontrol.
Sumber
Msi., Psi., Sriningsih, Dra. Psikologi
Faal. Yogyakarta. Universitas Mercubuana Yogyakarta
Pinel. P.J.John. 2009. BIOPSIKOLOGI.
Yogyakarta. Pustaka Pelajar.
http://terapidiabetesmelitus.com/info/ciri-ciri-diabetes-melitus-dan-resiko-komplikasinya diakses 27 Desember 2012 pukul 12.00 WIB
http://www.klinikdiabetesnusantara.com/pages/tentang-diabetes/apa-itu-diabetes.php diakses 27 Desember 2012 pukul 12.00 WIB
http://www.news-medical.net/health/What-is-Hyperglycemia-(Indonesian).aspx diakses 27 Desember 2012 pukul 12.00 WIB
http://id.wikipedia.org/wiki/Sindrom_Cushing diakses
27 Desember 2012 pukul 12.00 WIB
*tulisan ini diangkat ke dunia maya sebagai kenangan bagi dosen saya Bapak. Drs. H. Muhammad Syahid, M.Sc. yang meninggal pada hari ini 27 Februari 2013 pukul 06.50. pada usia 65 tahun. saya kurang tau apa penyebab meninggalnya beliau, hanya saja ketika beliau sakit dulu,penyakit inilah yang menjadi informasi sampai ke telinga saya. Semoga diampuni segala dosanya dan diterima segala amal ibadahnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
