Senin, 26 Juli 2021

Rekruitmen Partisipan Riset Neuro & Biofeedback

Assalamualaikum Wr. Wb 


Halo Kawan-Kawan semua... apa kabar? sehat semua yaa...

perkenalkan, nama saya Erydani Anggawijayanto, kalian semua bisa panggil saya Angga, atau Ery. 

saat ini saya sedang melakukan riset mengenai masalah kesehatan mental, yang akan di ukur dengan kondisi fisik dan sistem syaraf.

oleh karena itu saya membutuhkan partisipan untuk riset dengan jumlah 5 orang saja.

Berikut kriteria umum bagi partisipan riset ini ;

1. Pria / Wanita berusia 20 - 30 tahun.

2. Berada di Jogja selama periode waktu pengambilan data (Agustus - September 2021).

3. Sudah menjalani Vaksin Covid 19, dibuktikan dengan kartu vaksin.

4. Bersedia melepas penutup kepala selama proses pengukuran.

selain kirteria umum tersebut, kelima orang partisipan tersebut juga harus sesuai dengan kondisi yang telah ditentukan. Nah, untuk mengetahui apakah kondisi kita sesuai dengan kriteria riset ini, silahkan mengisi skala yang ada di link ini ya

jika tidak bisa klik = https://forms.gle/ruTsSpsro6NwYa9z5

jika rekan-rekan terpilih sebagai partisipan riset ini, maka, ada beberapa hal yang akan teman-teman peroleh, yaitu:

1. Uang transportasi sebesar Rp. 20.000,00 untuk setiap pengukuran, teman-teman akan di ukur antara 3-5 kali, sehingga teman-teman akan memperoleh uang transportasi antara Rp. 60.000 - 100.000,00.

2. Snack dan air minum selama proses pengukuran.

3. Upah setelah proses penelitian berakhir sebesar Rp. 100.000,00

4. Sertifikat.

5. Free terapi untuk mengatasi masalah kesehatan mental yang kalian alami berdasar pengukuran.

gimana? menarik ya..

lalu apa yang harus dilakukan oleh partisipan?

Selain hak-hak tersebut, partisipan tentu juga memiliki tanggung jawab, yaitu:

1. Hadir di Lab penelitian sesuai jadwal yang telah disepakati bersama dengan kondisi sudah mandi dan keramas

2. Mengisi skala yang diberikan oleh tim peneliti.

3. Menjalani pemeriksaan fisiologis dengan instrumen pengukuran selama 2 - 3 jam.

4. Duduk santai di kursi empuk yang telah dipersiapkan selama proses pengukuran.

Proses pengukuran ini yang menuntut teman-teman membuka penutup kepalanya, karena alat ukurnya di pasang di kulit kepala.

Okeee, jika kalian tertarik dan ada yang mau ditanyakan bisa langsung hubungi peneliti melalui email sebagai berikut: erydani.a@mercubuana-yogya.ac.id

Jumat, 13 Maret 2020

enrol code psi eksperimen

kode enrollment key

psi eksperimen kelas 33F1 = super_junior1

psi eksperimen kelas 33F2 = super_junior2

Jumat, 06 Maret 2020

Kode Enrol Psikologi Kesehatan

ola teman-teman mahasiswa ketceh...

untuk Enrolment key psikologi kesehatan kelas 11B adalah =         teori_kesehatan11b

untuk Enrolment key psikologi kesehatan kelas 13F adalah =         teori_kesehatan13f

untuk Enrolment key psikologi kesehatan kelas 23F adalah =         teori_kesehatan23f

untuk Enrolment key psikologi kesehatan kelas 33F adalah =         teori_kesehatan33f

ingak... hurufnya kecil semua yaaa

Sabtu, 16 Agustus 2014

CHACA, ROBIN DAN BIPOLAR


Dua pekan terakhir media diramaikan berita mengenai mantan aktris cilik Marshanda, usia 25 tahun, yang mengaku dipasung oleh ibu serta pihak rumah sakit. Dalam beberapa kesempatan Marshanda mengaku dirinya diberikan obat secara paksa oleh pihak rumah sakit setelah sebelumnya di jemput paksa dari kediamannya. Berita yang berkembang menggambarkan terjadinya konflik antara ibu dan anak yang diwakili pengacara ternama.
Jauh sebelum kasus tersebut mencuat, Marshanda mengalami permasalahan dalam rumah tangga yang berujung pada perceraian dengan suaminya aktor Ben kasyafani, kasus tersebut pun menimbulkan praduga yang cukup aneh karena pihak suami pun tidak mengetahui alasan dan latar belakang gugatan cerai dari istrinya. Meskipun telah turun putusan untuk berpisah, namun kasus itupun masih berlanjut hingga kini terkait hak asuh anak, yang hingga tulisan ini masih dibawah hak ibunya.
Perkembangan berita antara pengacara Marshanda dan ibunya menunjukkan adanya tuduhan bahwa ibu Marshanda telah memasung putrinya di sebuah rumah sakit di Jakarta, namun  kebenaran hal ini patut untuk dipertanyakan. Saat ini Departemen Kesehatan telah memulai kampanye “Indonesia bebas pasung” sejak tahun 2010 dan diharapkan dapat terwujud secara nasional pada 2019, ketika menteri kesehatan dijabat oleh alm Endang rahayu. Bahkan tanpa kempanye itupun, telah ada Undang-undang nomer 23 tahun 1966 tentang kesehatan jiwa dan Surat Menteri Dalam Negeri Nomor PEM.29/6/15, tertanggal 11 Nopember 1977 mengenai larangan pemasungan. Dengan adanya aturan dan kampanye tersebut, apakah mungkin sebuah institusi seperti rumah sakit tempat Marshanda dirawat berani mempertaruhkan nama baik, integritas dan pelanggaran kode etik mengenai pemasungan pasien kesehatan jiwa? Seandainya itu benar, maka pemerintah terkait wajib hukumnya untuk melakukan investigasi terhadap berita ini. Dan seandainya tidak terbukti, maka pihak Marshanda dapat dituntut mengenai pencemaran nama baik.
Pemberitaan mengenai Marshanda telah membuka sejarah masa lalu dirinya sejak kasus video youtube ketika dirinya masih remaja, 2009 silam, dan semakin terbuka bahwa Marshanda telah rutin minum obat Xanax, yaitu semacam obat penenang yang diminum ketika Marshanda mengalami sulit tidur akibat beban kerjanya. Xanax adalah obat dalam golongan benzodiazepines yang bekerja mengurangi aktifitas kimia dalam otak yang tidak seimbang, xanax akan mengurangi ketegangan atau kecemasan.Diketahui bahwa Marshanda mengalami gangguan jiwa yang disebut gangguan bipolar.
Belum reda kasus Marshanda, dunia dikejutkan berita kematian aktor Robin williams, Robin ditemukan tewas dirumahnya diduga akibat bunuh diri pada usia 63 tahun. Aktor yang melejit lewat film Mrs. Doubtfire ini diketahui pernah mengalami masalah dengan alkohol serta narkoba yang membawanya beberapa kali ke klinik rehabilitasi. Pada pemberitaan disebutkan bahwa aktor dan komedian, yang pernah disebut sebagai orang terlucu didunia, mengalami depresi. Riwayat hidupnya menyebutkan Robin pernah ketergantungan pada alkohol dan narkoba sejak tahun 1980an, pernah berhenti ketika sahabatnya meninggal akibat alkohol serta kelahiran putranya pada 1983, namun Robin kembali pada alkohol pada tahun 2000an, dan tidak kembali pada narkoba. Dia pernah menyebut bahwa kokain adalah cara Tuhan memberitahu kita bahwa kita menghasilkan uang terlalu banyak. Pada tahun 2010 Robin disebut telah meninggalkan alkohol setelah mengikuti rehabilitasi.
Robin telah lama dicurigai menderita depresi atau juga gangguan bipolar. Seperti halnya Marshanda, Gangguan bipolar merupakan sebuah penyakit mental dimana penderita mengalami masa yang fluktuatif antara energi yang berlebihan, sulit fokus dan produktif dan beberapa depresi berat.
Orang dengan gangguan bipolar, akan berayun dari suatu rasa girang yang tinggi menuju titik terendah dalam depresi tanpa adanya penyebab eksternal. Tanda awal dapat berupa manik, yaitu suatu peningkatan euforia yang tidak realistis, sangat gelisah serta aktifitas yang berlebihan yang ditandai dengan perilaku tidak terorganisir serta ketidak mampuan dalam memberikan penilaian. Sejumlah orang dengan gangguan bipolar yang muncul berulang berusaha untuk bunuh diri ketika kondisi manik berada dalam titik terendahnya, mereka akan berusaha melakukan apapun untuk lari dari depresi dari mereka tahu akan terjadi. Dan sayangnya 1 dari 5 orang yang tidak mendapat penanganan dengan baik akan melakukan bunuh diri (Hilts dalam Nevid dkk, 2005).
DSM membedakan gangguan bipolar menjadi dua, gangguan bipolar 1, penderita akan mengalami paling tidak satu episode manik penuh. Pada beberapa kasus, penderita akan mengalami perubahan mood antara rasa senang atau girang yang berlebihan dengan rasa depresi berupa mood yang normal. Sedangkan gangguan bipolar 2, diasosiasikan dengan suatu bentuk manik yang lebih ringan (hipomanik) serta satu atau beberapa depresi yang ringan (episode depresi mayor).
Saat ini, Indonsesia belum memiliki habit preventif dalam menyikapi isu kesehatan, tidak hanya psikologis, namun juga fisiologis, kita cukup tertinggal dengan negara tetangga mengenai prevensi kesehatan masyarakat, beberapa waktu lalu DPR telah memutuskan rancangan undang-undang tentang  kesehatan mental, semoga menjadi dasar untuk langkah lebih nyata mengenai prevensi kesehatan mental. Mengenai penjelasan teoritis dari sudut pandang psikologis akan dibahas dan dikaji lebih lanjut dalam tulisan selanjutnya. Salam.


Referensi :

Nevid, s, Jeffrey. Rathus, A, Spencer, Greene, Beverly. 2005. Psikologi abnormal jilid 1. Jakarta. Erlangga


Kamis, 28 Maret 2013

Materi Kuliah Pengantar Intervensi Psikologi

Assalamualaikum Wr Wb

Apakabar ente-ente semua? nih We beri lagi materi kuliah Bu Kondang
semoga manfaat ye.. kalo ente-ente punya yang lain lagi, kasihlah kita info, otre!! biar sama-sama mutualisme gitu... ngerti kan?? sadapppp...
(masih tanpa password,we belum tau caranya kasi password)

Waalaikumsalam Wr Wb

sejarah psikologi klinis

pengertian psikologi klinis

pendekatan dalam psikologi klinis

Senin, 25 Maret 2013

materi kuliah METOPEN kualitatif

assalamualaikum warohmatullohi wabarokatu

Hi alayers, nich we share materi kuliah MK kualitatif dosen Bu Sriningsih, mudah-mudahan banyak manfaatnya ye...

wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatu

pengantar metopen kualitatif
http://www.mediafire.com/view/?5qinh3r10jglpu1

pertemuan kedua
http://www.mediafire.com/view/?n4vb9o4lxire6k1

pertemuan ketiga
http://www.mediafire.com/view/?xtn382ty0wdbejk

materi keempat
http://www.mediafire.com/view/?posemlclipbg8s8

materi kelima
http://www.mediafire.com/view/?ot3v9oz8l72pgsy

materi keenam
http://www.mediafire.com/view/?crksoq5z7oh3p4h

Minggu, 17 Maret 2013

METOPEN Kualitatif atau Kuantitatif??ato keduanya?

Mau Ambil Apa ya???

Sebenarnya apasih metopen kualitatif itu? ato apa sih metopen kuantitatif itu?? Buat apa sih dua matakuliah itu? penting mana?

Metopen kualitatif merupakan mata kuliah yang mengajarkan mahasiswa mengenai metode penelitian dimana pemahaman suatu penelitian merupakan hasil pengamatan secara langsung terhadap objek penelitian di situasi alami yang tidak di kontrol, dengan kata lain, proses penelitian merupakan faktor paling penting daripada hasil penelitian. Singkatnya adalah kita mengamati subjek penelitian secara mendetail dan mendalam tanpa memberikan campur tangan apapun, oleh karena itu metodenya adalah wawancara dan observasi secara langsung supaya mendapatkan paparan mendalam tentang suatu penelitian. oya, metode kualitatif itu tidak ada hipotesis yang dibangun lho ya, dan hasilnya berupa kata-kata, bukan angka karena tidak mengalami proses statistik.

Sementara Metopen Kuantitatif merupakan penelitian yang kebanyakan menggunakan kuosioner yang disebar luas, tidak ada interaksi langsung antara peneliti dan subjek penelitian, oleh karena itu dalam penelitian kuantitatif, dibangun dalam batasan teori dan hipotesis, sementara hasilnya berupa angka. Penelitian ini hanya mencari hubungan dari sample-sample yang diteliti. untuk penjelasan mendalamnya nyusul ya...

Nah, tadi waktu kuliah metopen kualitatif, dijelaskan mengenai kedua matakuliah ini, hal ini berkaitan dengan target untuk menyelesaikan kuliah 7-8 semester maka diusahakan untuk mengambil keduanya (kuali dan kuanti), hal ini berkaitan dengan kuliah Teknik Penyusunan Skripsi kualitatif/kuantitatif (bisa jadi Proposal).

jadi buat rekan yang niat kuliah 7-8 semester, ambil aja keduanya, trus observasi dan wawancara juga diambil gak papa, yang diganti psi kognitif dan prakt psikodiagnostika.. (keduanya bukan mata kuliah prasyarat), terus yang terlanjur udah KRS an gimana?? ya perubahan aja... bawa KRS kamu (kertas karbon warna pink) ke DPA masing2, tulis mata kuliah yang mau di ambil dan coret yang diganti dan di tandatangani DPA, udah deh tinggal kasih ke Pak Kadi / Pak Marsam / Pak.... (lupa namanya).

Selesai....

oya, untuk kuliah metopen ini, siap-siap dengan tugas harian ya.. :D