KASUS NUNUN NURBAETI
(Sebuah pandangan
neurosains dan psikologis[1])
PENDAHULUAN
Berawal
dari kasus cek pelawat yang melibatkan mantan deputi gubernur Bank Indonesia,
Miranda goeltom dan beberapa politisi kenamaan dari senayan, menyeret sosok
Nunun nurbaeti, istri dari mantan wakapolri Adang dorojatun, yang menjadi
fenomenal karena kisah kaburnya ke luar negeri dan penyakit hilang ingatan yang
menurut pemberitaan dialami oleh Nunun nurbaeti yang juga dibenarkan oleh
asisten serta dokter pribadinya, ada begitu banyak macam berita mengenai
penyakitnya itu, mulai dari vertigo berat, amnesia hingga alzheimer, melalui
artikel-artikel ini, akan mencoba melihat kasus tersebut dari sisi psikologis
yang berkaitan dengan syaraf dan otak
sesuai teori yang ada sejauh ini.
http://fokus.vivanews.com/news/read/223148-seberapa-bahaya-vertigo-nunun-nurbaeti, 27 Mei 2011, dari kesaksian
sumarni, mantan sekretaris Nunun, dalam kesaksiannya di pengadilan tipikor,
Nunun tidak menderita amnesia, namun menderita vertigo, yang menyebabkan ia
sering mengalami pingsan dan sumarni
juga menyatakan saat bertemu di apartemennya di Singapore, Nunun tidak lupa
pada dirinya bahkan berbincang membahas masalah pekerjaan dengan baik.
Lalu apa sebenarnya vertigo, ataupun
amnesia tersebut?
http://nasional.kompas.com/read/2011/12/14/17554618/Dokter.Neurologi.hingga.Psikolog.Akan.Tangani.Penyakit.Nunun, RS Polri yang menangani nunun,
telah bekerjasama dengan dokter syaraf hingga psikolog untuk memeriksa Nunun,
karena pihak keluarga mengatakan bahwa Nunun mengalami amnesia berat.
(12/12/2011)
Dari rentang waktu yang tidak jauh
tersebut,antara 27 mei – 12 Desember 2011, sebuah rentang waktu yang tidak jauh
menurut pandangan kami, telah ada perubahan berita yang cukup jauh, antara
vertigo hingga amnesia adalah dua penyakit dengan penjelasan yang sangat
berbeda.
TINJAUAN PUSTAKA
Lalu, apakah sebenarnya penyakit vertigo? Bagaimana gejala dan
pengobatannya? Apakah vertigo begitu berbahaya sehingga penderitanya seperti
Nunun tak bisa hadir ke tengah persidangan?
Vertigo adalah penyakit dengan gejala rasa pusing, dan berat di kepala. Saat serangan datang, penderita vertigo merasakan sensasi seolah-olah lingkungan di sekelilingnya berputar. Seperti dikutip dari Daily Mail, vertigo biasanya adalah tanda adanya penyakit lain pada tubuh pasien. Namun bisa juga, vertigo berhubungan dengan radang telinga bagian dalam (labyrinthitis), atau infeksi telinga.
Vertigo adalah penyakit dengan gejala rasa pusing, dan berat di kepala. Saat serangan datang, penderita vertigo merasakan sensasi seolah-olah lingkungan di sekelilingnya berputar. Seperti dikutip dari Daily Mail, vertigo biasanya adalah tanda adanya penyakit lain pada tubuh pasien. Namun bisa juga, vertigo berhubungan dengan radang telinga bagian dalam (labyrinthitis), atau infeksi telinga.
Vertigo
kronis disebut Meniere. Penderitanya rutin mengalami pingsan dan muntah serta
telinga berdenging. Bagaimana dengan timbulnya vertigo yang melibatkan organ
otak sentral? Selain akibat cedera atau memar pada kepala belakang, ini bisa
terjadi karena suplai darah ke otak berkurang atau tak lancar. Bila aliran
darah ke otak kecil kurang dari 50 ml/detik, maka seseorang akan mengalami
vertigo, yang apabila tidak segera ditanggulangi bisa menimbulkan stroke. Pemeriksaan dengan alat
canggih MRI (magnetic
resonance imaging) akan mengungkap jelas apakah penderita benar
mengalami gangguan pada pembuluh darah otak.
vertigo berasal dari bahasa Yunani vertere yang artinya memutar (2).
Pengertian vertigo adalah : sensasi gerakan atau rasa gerak dari tubuh
atau lingkungan sekitarnya, dapat disertai gejala lain, terutama dari jaringan
otonomik akibat gangguan alat keseimbangan tubuh. Vertigo (sering juga disebut pusing berputar, atau pusing tujuh
keliling) adalah kondisi di mana seseorang merasa pusing disertai berputar atau
lingkungan terasa berputar walaupun badan orang tersebut sedang tidak bergerak.
Kelainan ini terjadi
karena gangguan keseimbangan baik sentral atau perifer, kelainan pada telinga sering menyebabkan vertigo.
Untuk menentukan kelainan yang menyebabkan vertigo, dokter THT-KL biasanya akan melakukan pemeriksaan ENG (elektronistagmografi)
Lalu,
apa yang dimaksud dengan amnesia?
Amnesia (dari Bahasa
Yunani Ἀμνησία) adalah kondisi terganggunya daya ingat. Penyebab amnesia dapat berupa
organik atau fungsional. Penyebab organik dapat berupa kerusakan otak, akibat trauma atau penyakit, atau penggunaan
obat-obatan (biasanya yang bersifat sedatif). Penyebab
fungsional adalah faktor psikologis, seperti halnya mekanisme
pertahanan ego. Amnesia dapat pula terjadi
secara spontan, seperti terjadi pada transient
global amnesia[1]. Jenis
amnesia global ini umum terjadi mulai usia pertengahan sampai usia tua,
terutama pada pria, dan biasanya berlangsung kurang dari 24 jam.
Dampak lain dari amnesia adalah
ketidakmampuan membayangkan masa depan. Penelitian terakhir yang dipublikasikan
dalam jaringan di Proceedings
of the National Academy of Sciences menunjukkan
bahwa amnesia dengan kerusakan pada hipokampus tidak dapat membayangkan masa depan. Hal ini terjadi karena bila
seorang yang normal membayangkan masa depan, mereka menggunakan pengalaman masa
lalu untuk mengkonstruksi skenario yang mungkin dihadapi. Sebagai contoh,
seseorang yang mencoba membayangkan apa yang akan terjadi dalam pesta yang
hendak didatanginya akan menggunakan pengalaman pesta sebelumnya untuk membantu
mengkonstruksi kejadian pada masa depan.
§ Anterograde amnesia: kejadian baru dalam ingatan jangka pendek tidak ditransfer ke
ingatan jangka panjang yang permanen. Penderitanya tidak akan bisa mengingat
apapun yang terjadi setelah munculnya amnesia ini walaupun baru berlalu sesaat.
§
Retrograde amnesia: ketidakmampuan memunculkan kembali ingatan masa lalu yang lebih dari
peristiwa lupa biasa.
Kedua kategori amnesia tersebut dapat
muncul bersamaan pada pasien yang sama. Contohnya seperti pada pengendara
sepeda motor yang tidak mengingat akan pergi kemana dia sebelum tabrakan (retrograde
amnesia), juga melupakan tentang kejadian di rumah sakit dua hari setelahnya
(anterograde amnesia).
Jenis dan penyebab amnesia sangat beragam. Yang paling banyak ditemukan
adalah amnesia neurologis yang dipicu oleh cedera fisik di sekitar kepala, sedangkan yang lebih jarang adalah amnesia
disosiatif akibat stres kebanyakan pikiran.
Neurosains
Tidak dapat dipungkiri bahwa
kebanyakan gangguan yang berhubungan dengan sistem kerja otak, melibatkan
sistem syaraf, baik pusat maupun perifer, sehingga penanganan untuk kasus
seperti ini adalah penangana dari neurosains, sebuah cabang ilmu yang
mempelajari tentang syaraf, lalu apa penjelasan ilmiah dari neurosains?
Neurosains adalah bidang ilmu yang mempelajari sistem saraf atau sistem neuron. Area studimencakup struktur,fungsi,sejarah evolusi,perkembangan, genetika, biokimia, fisiologi, farmakologi, informatika,
penghitungan neurosains dan patologi sistem saraf. Awalnya
merupakan cabang dari ilmu biologi, namun ilmu
ini telah berkembang dan menarik berbagai jenis ilmu lain untuk memanfaatkan
pendekatan neurosains termasuk diantaranya adalah kognitif, neuro-psikologi, ilmu komputer, statistika, fisika dan kedokteran.
Rentang bidang neurosains telah meluas
dengan mengikut sertakan percobaan
ilmiah secara sistematis maupun penyelidikan teoritis darisistem saraf
pusat maupun sistem saraf tepi dari organisme biologis. Metodologi
empiris yang digunakan oleh ilmuwan neurosains saat ini telah berkembang dengan
cepat.
Saat ini neurosains sudah melibatkan beberapa eksperimental saintifik
sistematik dan investigasi teoritis atas sistem syaraf pusat dan periferal dari
organisme biologik. Metodologi empirik yang digunakan oleh para neurosaintis
telah berkembang dari analisis biokimia dan genetika dari dinamika sel-sel
syaraf individual dan unsur-unsur pokok molekularnya hingga penyajian citra
perseptual dan aktivitas motorik dalam otak. Bahkan saat ini sudah dilakukan
pemodelan komputasional untuk mendukung neurosains.
Secara umum, neurosains mencakup semua bidang ilmu saintifik yang
terkait dengan sistem syaraf. Psikologi, sebagai studi saintifik proses mental,
dapat dianggap sebagai sub-bidang neurosains, walaupun beberapa teoris
pikiran/tubuh tidak setuju dengan hal ini - menurut mereka, psikologi adalah
studi proses-proses mental yang dapat dimodelkan dengan berbagai macam
prinsip-prinsip dan teori-teori abstrak, seperti psikologi perilaku dan kognitif
tradisional, dan itu tidak berhubungan dengan proses-proses syaraf. Istilah
neurobiologi kadang dipakai sebagai ganti dari neurosains, walaupun istilah
yang pertama merujuk pada biologi-nya sistem syaraf.
Neurolog
dan Psikiater merupakan bidang khusus kedokteran yang secara spesifik
mempelajari penyakit pada sistem syaraf. Istilah ini merujuk pada disiplin
klinik yang menyangkut diagnosa dan perawatan dari penyakit ini. Neurologi
berkaitan dengan penyakit dari sistem syaraf pusat dan periferal seperti ALS (Amyotrophic Lateral
Sclerosis) dan stroke, sedangkan Psikiater fokus pada penyakit
mental. Batasan antara kedua semakin kabur hingga sat ini dan dokter spesialis
salah satunya sering mendapatkan pelatihan keduanya. Neurolog dan Psikiater
banyak dipengaruhi oleh riset-riset dasar neurosains. (http://agfi.staff.ugm.ac.id/blog/index.php/2008/12/apa-itu-neurosains-neuroscience/)
PEMBAHASAN
Kasus Nunun nurbaeti telah dapat
dikerucutkan dalam fakta periodik, bahwa hilangnya ingatan Nunun tidak
menghilangkan ingatan masa lalunya, sebelum kasus cek pelawat ini di angkat ke
permukaan, jika dilihat pada hilangnya ingatan setelah adanya kejadian yang
menyebabkan amnesia, hal ini dapat dikatakan sebagai Amnesia antrerograde,
karena Nunun masih dapat mengingat peristiwa pra kejadian, namun, nunun juga
sangat mampu mengingat segala hal pasca kejadian cek pelawat tersebut, sehingga
hanya ingatannya tentang kasus tersebut yang hilang.
Ada banyak kemungkinan dalam kasus
seperti ini, mulai bagaimana cara Nunun mengingat, bagaimana sistem penyimpanan
memori dalam otak nunun, dan bagaimana mekanisme lupa, yang terjadi pada diri
Nunun.
Sebuah fakta kasus adalah, Nunun
memang memiliki masalah kesehatan, dan dia hilang ingatan, khususnya pada kasus
cek pelawat yang sudah pasti menguras fisik dan emosinya, pada dasarnya amnesia
merupakan hilangnya sebagian atau keseluruhan memori yang berkaitan dengan
informasi personal yang penting (wade,tavris II : 90 ), dengan masalah
sedemikian berat bagi seseorang, otomatis kondisi psikologis akan terganggu,
yang menyebabkan psychogenic amnesia, suatu keadaan dimana dia butuh
menghilangkan rasa terhina, malu, tertekan, kecewa dan keterkejutan sosial yang
dapat menghilangkan amnesia besar-besaran, jelas ada rasa kecewa, malu, dan
keterkejutan sosial yang dialami oleh nunun, mulai dari sosoknya sebagai istri
mantan Wakapolri, komisaris perusahaan besar, menjadi tertuduh pada kasus
dimana ia hanya sebagi artis figuran. Namun amnesia ini biasanya dapat sembuh
dalam waktu yang tidak lama, tetapi dalam kasus nunun ini ada kemungkinan bahwa
selama kondisi psikologisnya belum pulih, sejalan dengan kasusnya, penyakit ini
belum akan pulih.
Ada sebuah teori lain tentang
amnesia, yaitu amnesia traumatik, dimana penderita akan mengalami dalam waktu
yang sangat lama, tahunan, namun akan pulih dengan sempurna karena kebal
terhadap distorsi dan konfabulasi, seperti yang dikemukakan oleh freud, bahwa
pikiran kita akan melindungi dirinya sendiri terhadap memori yang tidak
diinginkan atau mengganggu, melalui proses Represi, mekanisme ketidaksadaran
yang mendorong informasi yang bersifat mengancam atau mengganggu.
Mungkin pandangan terakhir lebih
sesuai untuk kasus Nunun, dimana dia merasa bahwa informasi yang dia miliki
tentang kasus cek pelawat ini dapat membahayakan dirinya, sehingga alam bawah
sadarnya akan melakukan proses represi untuk melindungi dirinya. Tetapi, banyak
ilmuwan yang menolak pandangan seperti ini karena kurang adanya bukti-bukti
dalam penelitian dewasa ini. Namun dalam sudut pandang dimana politik dapat
mempengaruhi sisi ekonomi, sosial, budaya hingga segala apek kehidupan, ada
banyak kemungkinan dalam sebuah teori pemahaman kasus.
MRI- EEG- TMS, mungkin harus
dilakukan pada otak Nunun, agar muncul kesimpulan valid tentang kondisi otak
Nunun, baru dapat ditentukan apa yang terjadi sebenarnya dengan Nunun, hingga
saat ini tidak ada keterangan resmi dari pemerintah maupun penyidik tentang
hasil pemeriksaan Nunun, sehingga langkah selanjutnya pun sulit dipastikan apa
yang terjadi pada nunun.
PANDANGAN UMUM
Ada beberapa pandangan ilmiah yang
coba dikemukakan dalam karya ilmiah ini mengenai kasus Nunun nurbaeti :
1.
Mood
Congruent memory – State dependent memory, sebagai seorang saksi sebuah kasus
berat, Nunun sebenarnya diharuskan berada dalam kondisi terbaik, sangat tenang,
agar dapat menyamakan dengan kondisi saat ia mengalami informasi yang
ditanyakan oleh pengadilan (state-dependent memory), namun ia tidak memiliki
kekuatan fisik yang cukup, dan ia tahu bahwa informasi yang ia miliki dapat
menyeretnya dalam masalah lebih jauh, sehingga ia berusaha menghilangkan
depresi dengan menyingkirkan ingatan yang membahayakannya itu (mood-congruent
memory).
2.
Represi,
Kesadarannya mengenai resiko membahayakan yang akan ia dapat dari terungkapnya
informasi yang ia miliki, membuat ingatannya menutup mengenai informasi
tersebut, dalam teori freud, bahwa pikiran kita akan melindungi dirinya sendiri
dari memori yang tidak diinginkan, jelas dalam kasus ini Nunun sangat tidak
menginginkan informasi yang ia miliki ini.
3.
Psikogenik
Amnesia, suatu keadaan dimana dia butuh menghilangkan rasa terhina, malu,
tertekan, kecewa dan keterkejutan sosial yang dapat menghilangkan amnesia besar-besaran,
jelas ada rasa kecewa, malu, dan keterkejutan sosial yang dialami oleh nunun,
mulai dari sosoknya sebagai istri mantan Wakapolri, komisaris perusahaan besar,
menjadi tertuduh pada kasus dimana ia hanya sebagi artis figuran. Namun amnesia
ini biasanya dapat sembuh dalam waktu yang tidak lama, tetapi dalam kasus nunun
ini ada kemungkinan bahwa selama kondisi psikologisnya belum pulih, sejalan
dengan kasusnya, penyakit ini belum akan pulih.
PSIKOLOGI MORAL
Dalam teori perkembangan moral
Piaget, bagi seseorang dengan usia diatas 10 tahun, manusia memahami moral secara, Autonomous
Morality, tahap perkembangan moral mulai usia 10 tahun keatas, anak mulai sadar
bahwa keadilan dan peraturan diciptakan manusia dalam menilai tindakan
seseorang dimana maksud dari tindakan tersebut juga di pertimbangkan, anak
mulai bisa menerima perubahan dan patuh pada patuh sesuai kesepakatan.
Dalam kasus Nunun, seharusnya
ia tahu secara sadar, bahwa ada konsekuensi atas segala tindakannya, dan secara
moral, manusia wajib menjalani konsekuensi tersebut, dalam penelitian ini,
tidak ada keraguan apakah ia berpura-pura atau nyata sesuai keadaannya,
sehingga penelitian berdasar materi yang ada, berdasar keadaan Nunun yang
memang hilang ingatan, namun dari sisi moral, menurut teori piaget, bahwa
kondisi tubuh dapat menyesuaikan dengan segala langkah yang diambil oleh
pemikiran kognitif manusia, sangat disayangkan bagaimana perilaku nunun dimasa
lalu dan kondisinya sekarang yang justru semakin merugikan dirinya maupun orang
lain.
Nunun sadar akan konsekuensi
moral yang kini dialaminya, hal ini berdasar teori autonomous morality milik
piaget, hingga kondisi mendekati psikogenik amnesia menjadi acuan yang
sepertinya mendekati perilaku nunun saat ini.
KESIMPULAN
MRI- EEG- TMS, adalah hal yang
sangat direkomendasikan untuk dilakukan
oleh para dokter pada otak Nunun, agar muncul kesimpulan valid tentang kondisi
otak Nunun, kemudian baru dapat ditentukan apa yang terjadi sebenarnya dengan
Nunun, hingga saat ini tidak ada keterangan resmi dari pemerintah maupun
penyidik tentang hasil pemeriksaan Nunun, sehingga langkah selanjutnya pun
sulit dipastikan apa yang terjadi pada nunun.
Faktor kognitif tidak berfungsi
dengan semestinya, hingga moralitas tidak tampak dalam perilaku Nunun, tekanan
psikologis menjadi faktor utama dalam kondisi kesehatan Nunun, karena
kesempurnaan ingatannya akan masa lalu dan ingatan masa kininya, hanya ingatan
tentang kasus inilah yang ia lupakan, sebuah kondisi yang dipengaruhi bawah
sadarnya untuk menghilangkan informasi yang mengancamnya dan kesadarannya untuk
segera lepas dari permasalahannya, sebuah naluri manusia untuk hidup bebas.
REFERENSI
Santrock, John W. 2002. Perkembangan masa
hidup. Jakarta : erlangga
Wade Carole, Travis Carol. 2002. PSIKOLOGI
JILID I. Jakarta : erlangga
Wade Carole, Travis Carol. 2002. PSIKOLOGI
JILID II. Jakarta : erlangga
Berawal
dari kasus cek pelawat yang melibatkan mantan deputi gubernur Bank Indonesia,
Miranda goeltom dan beberapa politisi kenamaan dari senayan, menyeret sosok
Nunun nurbaeti, istri dari mantan wakapolri Adang dorojatun, yang menjadi
fenomenal karena kisah kaburnya ke luar negeri dan penyakit hilang ingatan yang
menurut pemberitaan dialami oleh Nunun nurbaeti yang juga dibenarkan oleh
asisten serta dokter pribadinya, ada begitu banyak macam berita mengenai
penyakitnya itu, mulai dari vertigo berat, amnesia hingga alzheimer, melalui
artikel-artikel ini, akan mencoba melihat kasus tersebut dari sisi psikologis
yang berkaitan dengan syaraf dan otak
sesuai teori yang ada sejauh ini.
http://fokus.vivanews.com/news/read/223148-seberapa-bahaya-vertigo-nunun-nurbaeti, 27 Mei 2011, dari kesaksian
sumarni, mantan sekretaris Nunun, dalam kesaksiannya di pengadilan tipikor,
Nunun tidak menderita amnesia, namun menderita vertigo, yang menyebabkan ia
sering mengalami pingsan dan sumarni
juga menyatakan saat bertemu di apartemennya di Singapore, Nunun tidak lupa
pada dirinya bahkan berbincang membahas masalah pekerjaan dengan baik.
Lalu apa sebenarnya vertigo, ataupun
amnesia tersebut?
http://nasional.kompas.com/read/2011/12/14/17554618/Dokter.Neurologi.hingga.Psikolog.Akan.Tangani.Penyakit.Nunun, RS Polri yang menangani nunun,
telah bekerjasama dengan dokter syaraf hingga psikolog untuk memeriksa Nunun,
karena pihak keluarga mengatakan bahwa Nunun mengalami amnesia berat.
(12/12/2011)
Dari rentang waktu yang tidak jauh
tersebut,antara 27 mei – 12 Desember 2011, sebuah rentang waktu yang tidak jauh
menurut pandangan kami, telah ada perubahan berita yang cukup jauh, antara
vertigo hingga amnesia adalah dua penyakit dengan penjelasan yang sangat
berbeda.
TINJAUAN PUSTAKA
Lalu, apakah sebenarnya penyakit vertigo? Bagaimana gejala dan
pengobatannya? Apakah vertigo begitu berbahaya sehingga penderitanya seperti
Nunun tak bisa hadir ke tengah persidangan?
Vertigo adalah penyakit dengan gejala rasa pusing, dan berat di kepala. Saat serangan datang, penderita vertigo merasakan sensasi seolah-olah lingkungan di sekelilingnya berputar. Seperti dikutip dari Daily Mail, vertigo biasanya adalah tanda adanya penyakit lain pada tubuh pasien. Namun bisa juga, vertigo berhubungan dengan radang telinga bagian dalam (labyrinthitis), atau infeksi telinga.
Vertigo adalah penyakit dengan gejala rasa pusing, dan berat di kepala. Saat serangan datang, penderita vertigo merasakan sensasi seolah-olah lingkungan di sekelilingnya berputar. Seperti dikutip dari Daily Mail, vertigo biasanya adalah tanda adanya penyakit lain pada tubuh pasien. Namun bisa juga, vertigo berhubungan dengan radang telinga bagian dalam (labyrinthitis), atau infeksi telinga.
Vertigo
kronis disebut Meniere. Penderitanya rutin mengalami pingsan dan muntah serta
telinga berdenging. Bagaimana dengan timbulnya vertigo yang melibatkan organ
otak sentral? Selain akibat cedera atau memar pada kepala belakang, ini bisa
terjadi karena suplai darah ke otak berkurang atau tak lancar. Bila aliran
darah ke otak kecil kurang dari 50 ml/detik, maka seseorang akan mengalami
vertigo, yang apabila tidak segera ditanggulangi bisa menimbulkan stroke. Pemeriksaan dengan alat
canggih MRI (magnetic
resonance imaging) akan mengungkap jelas apakah penderita benar
mengalami gangguan pada pembuluh darah otak.
vertigo berasal dari bahasa Yunani vertere yang artinya memutar (2).
Pengertian vertigo adalah : sensasi gerakan atau rasa gerak dari tubuh
atau lingkungan sekitarnya, dapat disertai gejala lain, terutama dari jaringan
otonomik akibat gangguan alat keseimbangan tubuh. Vertigo (sering juga disebut pusing berputar, atau pusing tujuh
keliling) adalah kondisi di mana seseorang merasa pusing disertai berputar atau
lingkungan terasa berputar walaupun badan orang tersebut sedang tidak bergerak.
Kelainan ini terjadi
karena gangguan keseimbangan baik sentral atau perifer, kelainan pada telinga sering menyebabkan vertigo.
Untuk menentukan kelainan yang menyebabkan vertigo, dokter THT-KL biasanya akan melakukan pemeriksaan ENG (elektronistagmografi)
Lalu,
apa yang dimaksud dengan amnesia?
Amnesia (dari Bahasa
Yunani Ἀμνησία) adalah kondisi terganggunya daya ingat. Penyebab amnesia dapat berupa
organik atau fungsional. Penyebab organik dapat berupa kerusakan otak, akibat trauma atau penyakit, atau penggunaan
obat-obatan (biasanya yang bersifat sedatif). Penyebab
fungsional adalah faktor psikologis, seperti halnya mekanisme
pertahanan ego. Amnesia dapat pula terjadi
secara spontan, seperti terjadi pada transient
global amnesia[1]. Jenis
amnesia global ini umum terjadi mulai usia pertengahan sampai usia tua,
terutama pada pria, dan biasanya berlangsung kurang dari 24 jam.
Dampak lain dari amnesia adalah
ketidakmampuan membayangkan masa depan. Penelitian terakhir yang dipublikasikan
dalam jaringan di Proceedings
of the National Academy of Sciences menunjukkan
bahwa amnesia dengan kerusakan pada hipokampus tidak dapat membayangkan masa depan. Hal ini terjadi karena bila
seorang yang normal membayangkan masa depan, mereka menggunakan pengalaman masa
lalu untuk mengkonstruksi skenario yang mungkin dihadapi. Sebagai contoh,
seseorang yang mencoba membayangkan apa yang akan terjadi dalam pesta yang
hendak didatanginya akan menggunakan pengalaman pesta sebelumnya untuk membantu
mengkonstruksi kejadian pada masa depan.
§
Anterograde amnesia: kejadian baru dalam ingatan jangka pendek tidak ditransfer ke
ingatan jangka panjang yang permanen. Penderitanya tidak akan bisa mengingat
apapun yang terjadi setelah munculnya amnesia ini walaupun baru berlalu sesaat.
§
Retrograde amnesia: ketidakmampuan memunculkan kembali ingatan masa lalu yang lebih dari
peristiwa lupa biasa.
Kedua kategori amnesia tersebut dapat
muncul bersamaan pada pasien yang sama. Contohnya seperti pada pengendara
sepeda motor yang tidak mengingat akan pergi kemana dia sebelum tabrakan (retrograde
amnesia), juga melupakan tentang kejadian di rumah sakit dua hari setelahnya
(anterograde amnesia).
Jenis dan penyebab amnesia sangat beragam. Yang paling banyak ditemukan
adalah amnesia neurologis yang dipicu oleh cedera fisik di sekitar kepala, sedangkan yang lebih jarang adalah amnesia
disosiatif akibat stres kebanyakan pikiran.
Neurosains
Tidak dapat dipungkiri bahwa
kebanyakan gangguan yang berhubungan dengan sistem kerja otak, melibatkan
sistem syaraf, baik pusat maupun perifer, sehingga penanganan untuk kasus
seperti ini adalah penangana dari neurosains, sebuah cabang ilmu yang
mempelajari tentang syaraf, lalu apa penjelasan ilmiah dari neurosains?
Neurosains adalah bidang ilmu yang mempelajari sistem saraf atau sistem neuron. Area studimencakup struktur,fungsi,sejarah evolusi,perkembangan, genetika, biokimia, fisiologi, farmakologi, informatika,
penghitungan neurosains dan patologi sistem saraf. Awalnya
merupakan cabang dari ilmu biologi, namun ilmu
ini telah berkembang dan menarik berbagai jenis ilmu lain untuk memanfaatkan
pendekatan neurosains termasuk diantaranya adalah kognitif, neuro-psikologi, ilmu komputer, statistika, fisika dan kedokteran.
Rentang bidang neurosains telah meluas
dengan mengikut sertakan percobaan
ilmiah secara sistematis maupun penyelidikan teoritis darisistem saraf
pusat maupun sistem saraf tepi dari organisme biologis. Metodologi
empiris yang digunakan oleh ilmuwan neurosains saat ini telah berkembang dengan
cepat.
Saat ini neurosains sudah melibatkan beberapa eksperimental saintifik
sistematik dan investigasi teoritis atas sistem syaraf pusat dan periferal dari
organisme biologik. Metodologi empirik yang digunakan oleh para neurosaintis
telah berkembang dari analisis biokimia dan genetika dari dinamika sel-sel
syaraf individual dan unsur-unsur pokok molekularnya hingga penyajian citra
perseptual dan aktivitas motorik dalam otak. Bahkan saat ini sudah dilakukan
pemodelan komputasional untuk mendukung neurosains.
Secara umum, neurosains mencakup semua bidang ilmu saintifik yang
terkait dengan sistem syaraf. Psikologi, sebagai studi saintifik proses mental,
dapat dianggap sebagai sub-bidang neurosains, walaupun beberapa teoris
pikiran/tubuh tidak setuju dengan hal ini - menurut mereka, psikologi adalah
studi proses-proses mental yang dapat dimodelkan dengan berbagai macam
prinsip-prinsip dan teori-teori abstrak, seperti psikologi perilaku dan kognitif
tradisional, dan itu tidak berhubungan dengan proses-proses syaraf. Istilah
neurobiologi kadang dipakai sebagai ganti dari neurosains, walaupun istilah
yang pertama merujuk pada biologi-nya sistem syaraf.
Neurolog
dan Psikiater merupakan bidang khusus kedokteran yang secara spesifik
mempelajari penyakit pada sistem syaraf. Istilah ini merujuk pada disiplin
klinik yang menyangkut diagnosa dan perawatan dari penyakit ini. Neurologi
berkaitan dengan penyakit dari sistem syaraf pusat dan periferal seperti ALS (Amyotrophic Lateral
Sclerosis) dan stroke, sedangkan Psikiater fokus pada penyakit
mental. Batasan antara kedua semakin kabur hingga sat ini dan dokter spesialis
salah satunya sering mendapatkan pelatihan keduanya. Neurolog dan Psikiater
banyak dipengaruhi oleh riset-riset dasar neurosains. (http://agfi.staff.ugm.ac.id/blog/index.php/2008/12/apa-itu-neurosains-neuroscience/)
PEMBAHASAN
Kasus Nunun nurbaeti telah dapat
dikerucutkan dalam fakta periodik, bahwa hilangnya ingatan Nunun tidak
menghilangkan ingatan masa lalunya, sebelum kasus cek pelawat ini di angkat ke
permukaan, jika dilihat pada hilangnya ingatan setelah adanya kejadian yang
menyebabkan amnesia, hal ini dapat dikatakan sebagai Amnesia antrerograde,
karena Nunun masih dapat mengingat peristiwa pra kejadian, namun, nunun juga
sangat mampu mengingat segala hal pasca kejadian cek pelawat tersebut, sehingga
hanya ingatannya tentang kasus tersebut yang hilang.
Ada banyak kemungkinan dalam kasus
seperti ini, mulai bagaimana cara Nunun mengingat, bagaimana sistem penyimpanan
memori dalam otak nunun, dan bagaimana mekanisme lupa, yang terjadi pada diri
Nunun.
Sebuah fakta kasus adalah, Nunun
memang memiliki masalah kesehatan, dan dia hilang ingatan, khususnya pada kasus
cek pelawat yang sudah pasti menguras fisik dan emosinya, pada dasarnya amnesia
merupakan hilangnya sebagian atau keseluruhan memori yang berkaitan dengan
informasi personal yang penting (wade,tavris II : 90 ), dengan masalah
sedemikian berat bagi seseorang, otomatis kondisi psikologis akan terganggu,
yang menyebabkan psychogenic amnesia, suatu keadaan dimana dia butuh
menghilangkan rasa terhina, malu, tertekan, kecewa dan keterkejutan sosial yang
dapat menghilangkan amnesia besar-besaran, jelas ada rasa kecewa, malu, dan
keterkejutan sosial yang dialami oleh nunun, mulai dari sosoknya sebagai istri
mantan Wakapolri, komisaris perusahaan besar, menjadi tertuduh pada kasus
dimana ia hanya sebagi artis figuran. Namun amnesia ini biasanya dapat sembuh
dalam waktu yang tidak lama, tetapi dalam kasus nunun ini ada kemungkinan bahwa
selama kondisi psikologisnya belum pulih, sejalan dengan kasusnya, penyakit ini
belum akan pulih.
Ada sebuah teori lain tentang
amnesia, yaitu amnesia traumatik, dimana penderita akan mengalami dalam waktu
yang sangat lama, tahunan, namun akan pulih dengan sempurna karena kebal
terhadap distorsi dan konfabulasi, seperti yang dikemukakan oleh freud, bahwa
pikiran kita akan melindungi dirinya sendiri terhadap memori yang tidak
diinginkan atau mengganggu, melalui proses Represi, mekanisme ketidaksadaran
yang mendorong informasi yang bersifat mengancam atau mengganggu.
Mungkin pandangan terakhir lebih
sesuai untuk kasus Nunun, dimana dia merasa bahwa informasi yang dia miliki
tentang kasus cek pelawat ini dapat membahayakan dirinya, sehingga alam bawah
sadarnya akan melakukan proses represi untuk melindungi dirinya. Tetapi, banyak
ilmuwan yang menolak pandangan seperti ini karena kurang adanya bukti-bukti
dalam penelitian dewasa ini. Namun dalam sudut pandang dimana politik dapat
mempengaruhi sisi ekonomi, sosial, budaya hingga segala apek kehidupan, ada
banyak kemungkinan dalam sebuah teori pemahaman kasus.
MRI- EEG- TMS, mungkin harus
dilakukan pada otak Nunun, agar muncul kesimpulan valid tentang kondisi otak
Nunun, baru dapat ditentukan apa yang terjadi sebenarnya dengan Nunun, hingga
saat ini tidak ada keterangan resmi dari pemerintah maupun penyidik tentang
hasil pemeriksaan Nunun, sehingga langkah selanjutnya pun sulit dipastikan apa
yang terjadi pada nunun.
PANDANGAN UMUM
Ada beberapa pandangan ilmiah yang
coba dikemukakan dalam karya ilmiah ini mengenai kasus Nunun nurbaeti :
1.
Mood
Congruent memory – State dependent memory, sebagai seorang saksi sebuah kasus
berat, Nunun sebenarnya diharuskan berada dalam kondisi terbaik, sangat tenang,
agar dapat menyamakan dengan kondisi saat ia mengalami informasi yang
ditanyakan oleh pengadilan (state-dependent memory), namun ia tidak memiliki
kekuatan fisik yang cukup, dan ia tahu bahwa informasi yang ia miliki dapat
menyeretnya dalam masalah lebih jauh, sehingga ia berusaha menghilangkan
depresi dengan menyingkirkan ingatan yang membahayakannya itu (mood-congruent
memory).
2.
Represi,
Kesadarannya mengenai resiko membahayakan yang akan ia dapat dari terungkapnya
informasi yang ia miliki, membuat ingatannya menutup mengenai informasi
tersebut, dalam teori freud, bahwa pikiran kita akan melindungi dirinya sendiri
dari memori yang tidak diinginkan, jelas dalam kasus ini Nunun sangat tidak
menginginkan informasi yang ia miliki ini.
3.
Psikogenik
Amnesia, suatu keadaan dimana dia butuh menghilangkan rasa terhina, malu,
tertekan, kecewa dan keterkejutan sosial yang dapat menghilangkan amnesia besar-besaran,
jelas ada rasa kecewa, malu, dan keterkejutan sosial yang dialami oleh nunun,
mulai dari sosoknya sebagai istri mantan Wakapolri, komisaris perusahaan besar,
menjadi tertuduh pada kasus dimana ia hanya sebagi artis figuran. Namun amnesia
ini biasanya dapat sembuh dalam waktu yang tidak lama, tetapi dalam kasus nunun
ini ada kemungkinan bahwa selama kondisi psikologisnya belum pulih, sejalan
dengan kasusnya, penyakit ini belum akan pulih.
PSIKOLOGI MORAL
Dalam teori perkembangan moral
Piaget, bagi seseorang dengan usia diatas 10 tahun, manusia memahami moral secara, Autonomous
Morality, tahap perkembangan moral mulai usia 10 tahun keatas, anak mulai sadar
bahwa keadilan dan peraturan diciptakan manusia dalam menilai tindakan
seseorang dimana maksud dari tindakan tersebut juga di pertimbangkan, anak
mulai bisa menerima perubahan dan patuh pada patuh sesuai kesepakatan.
Dalam kasus Nunun, seharusnya
ia tahu secara sadar, bahwa ada konsekuensi atas segala tindakannya, dan secara
moral, manusia wajib menjalani konsekuensi tersebut, dalam penelitian ini,
tidak ada keraguan apakah ia berpura-pura atau nyata sesuai keadaannya,
sehingga penelitian berdasar materi yang ada, berdasar keadaan Nunun yang
memang hilang ingatan, namun dari sisi moral, menurut teori piaget, bahwa
kondisi tubuh dapat menyesuaikan dengan segala langkah yang diambil oleh
pemikiran kognitif manusia, sangat disayangkan bagaimana perilaku nunun dimasa
lalu dan kondisinya sekarang yang justru semakin merugikan dirinya maupun orang
lain.
Nunun sadar akan konsekuensi
moral yang kini dialaminya, hal ini berdasar teori autonomous morality milik
piaget, hingga kondisi mendekati psikogenik amnesia menjadi acuan yang
sepertinya mendekati perilaku nunun saat ini.
KESIMPULAN
MRI- EEG- TMS, adalah hal yang
sangat direkomendasikan untuk dilakukan
oleh para dokter pada otak Nunun, agar muncul kesimpulan valid tentang kondisi
otak Nunun, kemudian baru dapat ditentukan apa yang terjadi sebenarnya dengan
Nunun, hingga saat ini tidak ada keterangan resmi dari pemerintah maupun
penyidik tentang hasil pemeriksaan Nunun, sehingga langkah selanjutnya pun
sulit dipastikan apa yang terjadi pada nunun.
Faktor kognitif tidak berfungsi
dengan semestinya, hingga moralitas tidak tampak dalam perilaku Nunun, tekanan
psikologis menjadi faktor utama dalam kondisi kesehatan Nunun, karena
kesempurnaan ingatannya akan masa lalu dan ingatan masa kininya, hanya ingatan
tentang kasus inilah yang ia lupakan, sebuah kondisi yang dipengaruhi bawah
sadarnya untuk menghilangkan informasi yang mengancamnya dan kesadarannya untuk
segera lepas dari permasalahannya, sebuah naluri manusia untuk hidup bebas.
REFERENSI
Santrock, John W. 2002. Perkembangan masa
hidup. Jakarta : erlangga
Wade Carole, Travis Carol. 2002. PSIKOLOGI
JILID I. Jakarta : erlangga
Wade Carole, Travis Carol. 2002. PSIKOLOGI
JILID II. Jakarta : erlangga
